Suasana TPS di wilayah Kepanjen (Nana)

Suasana TPS di wilayah Kepanjen (Nana)



MALANGTIMES - Warga Kabupaten Malang, sejak kemarin (16/04/2019) yang belum mendapatkan formulir C-6 sampai hari pencoblosan sempat membuat ramai media sosial (medsos). Beberapa warganet di Komunitas Peduli Malang (Asli Malang) menyampaikan sambatannya terkait hal itu di group terbesar di Kabupaten Malang.

Misalnya seperti yang disampaikan Diana Ferra Rosita yang menyampaikan, "Untuk kesekian kali dalam pemilu saya kok enggak dapat undangan C6 pencoblosan, KK, KTP, sudah sesuai. Di DPT tak terdaftar di TPS manapun. Caranya gimana mendapatkan undangan? masa harus pakai KTP lagi. Apa saya termasuk warga yang tidak diakui," tulisnya di akun FB Komunitas Peduli Malang, Selasa (16/04/2019) malam.

Persoalan Diana juga sama terjadi pada beberapa warga lainnya. Sebut saja Irene Zahwa yang menyatakan, dirinya juga sama tidak mendapat formulir C6.
"Aku Yo ga oleh undangan (Aku juga tidak dapat undangan, red) tapi semangat nyoblos e gae e KTP," ujarnya.

Di lapangan, di hari pencoblosan kasus mereka juga menimpa beberapa warga lainnya. Mereka tidak mendapatkan undangan untuk mencoblos di TPS tempat domisili. Misalnya, Mawar Kusuma warga Kepanjen. Dirinya menyatakan, "Iya saya tidak dapat formulir itu. Tapi saya tetap akan ikut nyoblos nanti dengan membawa e-KTP," ucapnya kepada MalangTIMES, Rabu (17/04/2019).

Lantas, bagaimana tindakan para warga yang tidak mendapat formulir C6 tersebut agar bisa menyalurkan haknya di TPS.

Santoko Ketua KPU Kabupaten Malang kepada MalangTIMES menyatakan beberapa hal terkait persoalan tersebut. Dimana, dirinya menegaskan, warga yang tidak mendapatkan undangan dan formulir C6 bisa melakukan pemilihan dengan menunjukkan e-KTP maupun surat keterangan (Suket) e-KTP.

"Mereka masuk dalam kategori pemilih DPK (pemilih khusus), yakni mereka yang memiliki e-KTP atau suket tetapi belum atau tidak terdaftar di DPT (daftar pemilih tetap) atau DPTb (daftar pemilih tambahan)," ujarnya.

Bagi pemilih DPK cukup menunjukkan KTP-e atau suket di TPS sesuai alamat atau domisili yang tertera. "Jadi silahkan datang ke TPS sesuai domisili dengan menunjukkan identitas tersebut. Tapi bagi mereka untuk menyoblosnya pada pukul 12.00-13.00 WIB," imbuh Santoko.

Seperti diketahui, terdapat 3 kategori pemilih dalam Pemilu 2019 ini. Yakni, pemilih DPT (terdaftar di DPT), pemilih DPTb (pemilih tambahan) yakni mereka yang terdaftar di DPT, tapi memilih di luar domisili sesuai KTP Elektronik atau Surat Keterangan. Serta pemilih DPK (pemilih khusus), yakni mereka yang memiliki e-KTP atau Suket tetapi belum atau tidak terdaftar di DPT atau DPTb. 

"Jadi saya tegaskan silahkan salurkan hak pilihnya sesuai aturan bagi warga yang tidak terdaftar di DPT atau DPTb di TPS sesuai domisili yang tertera di kartu identitas," ujar Santoko yang juga menyampaikan, khusus bagi pasien baru pasca 10 April 2019 dan penunggu pasien yang dimaksud di RS, masih dapat dilayani pengurusan A.5 atau pindah pilih sampai hari ini pukul 16.00 waktu setempat.

End of content

No more pages to load