Suasana TPS 16 Desa Kromengan dengan konsep pesta pengantin. Ketua KPPS 16 Purwadi saat menyampaikan konsep di sela pencoblosan (Nana)

Suasana TPS 16 Desa Kromengan dengan konsep pesta pengantin. Ketua KPPS 16 Purwadi saat menyampaikan konsep di sela pencoblosan (Nana)



MALANGTIMES - Perhelatan pencoblosan Pemilu 2019 secara serentak dilakukan di seluruh wilayah Kabupaten Malang. Sejak kemarin (16/04/2019) para petugas pemungutan suara telah sibuk menyiapkan berbagai persiapan di lokasi tempat pemungutan suara (TPS). Tak terkecuali dengan TPS 16 di Desa Kromengan, Kecamatan Kromengan, yang sejak kemarin telah menghebohkan warganet di media sosial (medsos).

Pasalnya, TPS 16 Desa Kromengan tampil beda dan tentunya unik dibanding dengan yang lainnya. Mengusung konsep pesta pengantin, TPS 16 yang memakai rumah Supomo warga Desa Kromengan, disulap menjadi tempat resepsi. Hal ini sudah terlihat sejak warga yang menjadi pemilih tetap di Dusun Krajan RT 16 RW 05 sejumlah 172 orang, akan memasuki ruang pencoblosan.
 


Warga disambut dengan aksesoris bebungaan dengan alur melengkung sebagai jalur masuk ke TPS. Para petugas PPS yang berbusana pesta pengantin adat Jawa menyambut mereka. Di dalam ruangan TPS 16 aksesoris resepsi pengantin semakin kental. Di atap ruangan bergelantungan bunga dan tepat di depan terlihat stage untuk pengantin. Unik dan membuat warga pemilih di Dusun Krajan, sebelum memberikan pilihannya telah sibuk terlebih dahulu mengabadikan suasana TPS.

Purwadi Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) 16 di kesempatan yang sama, menyampaikan, bahwa pihaknya memang ingin menampilkan suasana TPS yang berbeda dan unik.

"Ini sebagai bagian dari kami dan warga tentunya dalam mendukung berlangsungnya Pemilu 2019. Dimana dengan konsep pengantin di TPS, kita berharap warga tertarik dan datang untuk mencoblos," kata Purwadi kepada MalangTIMES, Rabu (17/04/2019).


Harapan Purwadi menjelma sejak TPS dibuka. Warga terlihat antusias untuk menyalurkan hak pilihnya di TPS 16. Beberapa warga pemilih, bahkan harus rela untuk antre di luar sebelum bisa masuk ke TPS. Sebagian lainnya memanfaatkan waktu dengan mengabadikan suasana di TPS 16.

Antusias warga pula yang membuat petugas dibuat kerepotan saat akan melayani awak media. Mereka menyampaikan permohonan maaf sebelum melayani wawancara dengan media. "Sebentar, mas, mohon maaf. Ini masih banyak warga untuk dilayani," ujar salah satu petugas KPPS 16, sekitar pukul 09.00 WIB.

Disinggung terkait anggaran untuk menyulap rumah warga menjadi ruangan TPS bernuansa kental pengantin, baik di pelataran sampai di dalam, Purwadi mengatakan, seluruh anggaran berasal dari swadaya masyarakat.

"Ini dari swadaya masyarakat. Ada yang membantu untuk merias seluruh petugas serta lainnya. Jadi murni memang kreasi warga untuk menciptakan ini," ujar Purwadi.
Di kesempatan berbeda, Hendri Kuswandono Sekretaris Desa (Sekdes) Kromengan menyatakan, kreasi warganya tersebut patut diapresiasi dalam menyukseskan jalannya Pemilu 2019.

"Kami tentunya sangat mengapresiasi kreativitas warga tersebut. Ini sebagai wujud warga Desa Kromengan khususnya untuk menyukseskan pemilu serta meminimalisir angka golput," ucapnya.
 

 

 

End of content

No more pages to load