Talkshow SDM Perbankan di Era Milenial bersama para pimpinan bank anggota BMPD Malang di Gedung FEB UB. (Foto: Imarotul Izzah/MalangTIMES)

Talkshow SDM Perbankan di Era Milenial bersama para pimpinan bank anggota BMPD Malang di Gedung FEB UB. (Foto: Imarotul Izzah/MalangTIMES)



MALANGTIMES - IPK minimal untuk masuk ke dunia perbankan adalah 3. Namun, di era digital ini, IPK tinggi bukanlah jaminan seseorang sukses di dunia perbankan.

"IP tiga atau empat itu bukan suatu jaminan untuk nanti teman-teman bisa menghadapi era digitalisasi di dunia perbankan," ujar Kepala Cabang United Overseas Bank (UOB) Malang Anie Kusuma dalam gelaran Talkshow Sumberdaya Manusia Perbankan di Era Milenium di Aula Gedung F Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya (FEB UB) beberapa waktu yang lalu.

"Tapi memang ada batasannya, minimal adalah 3 atau 3,5 (IPK) yang dibutuhkan untuk masuk ke dunia perbankan," imbuhnya.

Menurut Anie, materi-materi yang dipelajari dalam dunia kampus seperti integral hingga kalkulus tidak dibutuhkan dalam dunia perbankan.

"Saya sudah 20 tahun di perbankan. Saya tidak pernah ditanya mengenai integral itu seperti apa sih, kalkulus itu seperti apa sih," paparnya.

Hal ini bukan berarti apa yang dipelajari di kampus tidak penting. Namun, ditegaskan oleh Anie bahwa yang diperlukan dalam dunia perbankan justru adalah softskill.

"Berdasarkan penelitian, 85 persen yang diperlukan di dunia perbankan atau di dalam kita bekerja nantinya itu adalah soft skill, sisanya 15 persen baru hard skill," terangnya.

Lantas, apa saja bentuk dari softskill yamg dibutuhkan dalam dunia perbankan? Menurut Anie, yang pertama adalah motivasi. Ditegaskan olehnya bahwa motivasi yang tinggi sangat diutamakan.

Softskill yang kedua adalah jiwa kepemimpinan atau leadership. Disarankan oleh Anie kepada mahasiswa untuk banyak mengikuti organisasi.

"Ikuti apapun yang berbentuk organisasi. Itu akan melatih adik-adik untuk melatih leadership," ucapnya.

Softskill yang ketiga adalah kemampuan bekerja sama. "Di perbankan, timwork itu sangat diutamakan," tandasnya.

Skill selanjutnya yang dibutuhkan di dunia perbankan adalah integritas. Sebab, jujur adalah keutamaan dalam dunia perbankan.

Nah, yang terakhir adalah ramah dan sopan santun. Senyum, menurut Anie adalah modal awal bagi karyawan perbankan.

"Menjadi karyawan perbankan, senyum merupakan pelayanan atau service yang tulus dari dalam hati kita," tukasnya.

Sementara itu, Kepala Kanwil BNI Malang Wiwi Suprihatna menambahkan, mahasiswa harus menyiapkan competitive advantage atau keunggulan bersaing di era milenium ini.

"Apa yang harus kalian siapkan? Kompetitif advantage dari diri kalian masing-masing. Apa itu? Bahasa, kemampuan teknologi, dan lain-lain," ujarnya.

End of content

No more pages to load