Petugas saat menyalurkan logistik Pemilu 2019 di lokasi rawan karena faktor gografis, Kabupaten Malang (Foto : Humas Polres Malang for MalangTIMES)

Petugas saat menyalurkan logistik Pemilu 2019 di lokasi rawan karena faktor gografis, Kabupaten Malang (Foto : Humas Polres Malang for MalangTIMES)



MALANGTIMES - Pesta demokrasi bakal resmi digelar dalam hitungan beberapa jam ke depan. Selain pihak pengamanan yang bersiap menciptakan situasi yang kondusif. Tim penyelenggara baik Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu) dan KPU (Komisi Pemilihan Umum) Kabupaten Malang, disibukkan dengan pengiriman logistik ke seluruh TPS (Tempat Pemungutan Suara).

Sebagai informasi, tercatat ada sedikitnya 8.409 TPS yang tersebar diseluruh wilayah Kabupaten Malang. Dari jumlah tersebut, pihak penyelenggara sudah melakukan pemetaan terkait titik rawan karena faktor geografis, saat pemilu 2019 berlangsung. 

Sejauh ini terpantau sedikitnya ada 15 titik rawan karena struktur geografis yang ada di Kabupaten Malang. 

“Belasan titik yang masuk kategori rawan, di antaranya Kecamatan Poncokusumo, Ampelgading, Tirtoyudo, Sumbermanjing Wetan (Sumawe), Jabung dan Singosari,” kata Koordinator Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu Kabupaten Malang, George da Silva.

Berangkat dari persoalan ini, MalangTIMES lantas mencoba meninjau titik-titik rawan yang ada di Kabupaten Malang. Seperti yang terjadi di Dusun Licin, Desa Lebakharjo, Kecamatan Ampelgading.

Tim gabungan dari TNI dan pihak kepolisian, terpantau melakukan pengawalan ketat akan pengiriman logistik di Dusun Licin tersebut. Bahkan petugas rela naik kedalam bak truk, guna menyalurkan logistik yang memiliki geografis ekstrem tersebut.

Tidak hanya itu saja, petugas gabungan juga harus menyebrangi aliran sungai demi menyalurkan kebutuhan logistik pemilu. Hal ini dikarenakan tidak ada jembatan penghubung, guna menuju ke titik TPS yang ada di plosok Kecamatan Ampelgading tersebut. 

“Sejauh ini proses penyaluran logistik terpantau aman, petugas juga sudah melakukan pengamanan di lokasi TPS yang ada di Kecamatan Ampelgading tersebut,” kata Kasubag Humas Polres Malang AKP Ainun Djariyah, Selasa (16/4/2019).

Perwira polisi dengan tiga balok di bahu ini menambahkan, selain di Ampelgading. Beberapa titik rawan lainnya seperti Kecamatan Poncokusumo hingga Kecamatan Jabung, juga terpantau relatif aman. 

“Pengiriman logistik serentak dilakukan hari ini (Selasa), namun ada beberapa titik yang harus dikirim kemarin (Senin) karena berbagai pertimbangan. Terutama faktor geografis dan cuaca yang mengkhawatirkan logistik mengalami keterlambatan pengiriman, membuat petugas di lapangan akhirnya memilih untuk melakukan pengiriman logistik kemarin (Senin),” imbuhnya.

Sementara itu, Camat Sumbermanjing Wetan (Sumawe) Agus Harianto menuturkan, jika proses pengiriman logistik pemilu, sudah dilangsungkan sejak Selasa (16/4/2019) pagi. Tepatnya sekitar pukul 6.30 waktu setempat, tim penyelenggara beserta petugas keamanan, terpantau menuju ke lokasi TPS.

“Di wilayah Kecamatan Sumawe, ada 321 TPS. Dari jumlah tersebut, daerah yang paling jauh adalah di Desa Sidoasri. Tadi kami pantau logistik sudah sampai ke tempat tujuan sekitar pukul 2 siang,” kata Agus kepada MalangTIMES.

Terpisah, Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung menegaskan, apabila di lokasi yang masuk kategori rawan. Nantinya bakal diterjunkan personel lebih banyak. Rinciannya, jika TPS dikategorikan aman hingga normal, maka satu personel polisi bakal menjaga 10 hingga 15 TPS. 

“Sedangkan yang masuk kategori rawan, nantinya satu personel polisi bakal menjaga 4 hingga 6 TPS. Terkait pengamanan pemilu kami juga bakal melibatkan peran TNI, Satlinmas, PMK Kabupaten Malang, serta Satpol PP,” pungkasnya.

End of content

No more pages to load