Petugas-petugas KPU Kota Malang tengah mengebut pemenuhan kebutuhan logistik pemilu. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

Petugas-petugas KPU Kota Malang tengah mengebut pemenuhan kebutuhan logistik pemilu. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)



MALANGTIMES - Kurang dari 24 jam menjelang pemungutan suara, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Malang mengebut penyediaan logistik. Pasalnya, sejumlah formulir seperti lembar pleno dan salinan daftar pemilih tetap (DPT) untuk sebagian tempat pemungutan suara (TPS) belum tersedia. Meski demikian, KPU memastikan distribusi logistik pemilu hingga ke masing-masing TPS tuntas.

Berdasarkan pantauan MalangTIMES.com, hingga hari ini (16/4/2019) siang, personel KPU masih menyiapkan sejumlah dokumen di kantor KPU Kota Malang di Jalan Bantaran. "Prinsipnya sampai nanti malam distribusi kotak sudah harus sampai di TPS. Saat ini semua di kelurahan, sehingga nanti malam teman-teman PPS bisa mendistribusikan ke TPS setidaknya H-1 kan sudah terdistribusi," kata Ketua KPU Kota Malang Zaenudin.

Menurutnya, permasalahan kekurangan formulir itu tidak akan menghambat proses distribusi logistik ke TPS. Sebelumnya, KPU telah mengajukan ke KPU Provinsi Jatim, namun ternyata formulir tersebut telah habis. "Akhirnya ada pencetakan sendiri. Sampai sore ini nanti kami upayakan terkait dengan formulir yang tercetak kami distribusikan ke PPS, hanya terlokalisir ke beberapa sekitar 20 TPS saja, sampai malam nanti harus sudah terdistribusi," tegasnya.

Terkait TPS yang dinilai memiliki tingkat keamanan rendah, KPU Kota Malang telah meminta pada PPK untuk mengidentifikasi melakukan identifikasi dan melokalisir logistiknya. "Kondisi itu hanya di satu kelurahan saja dan beberapa TPS lainnya, sehingga tidak mengganggu yang lain," terangnya. 

Selain itu, masalah distribusi logistik juga sudah dikoordinasikan dengan tim pengamanan, baik Linmas dan TNI-Polri. "Sore ini petugas PPS sudah bisa koordinasi dengan Linmas dan TPS untuk mengambil dan mengantar ke TPS, jadi malam itu semua kotak suara harus ada di TPS," ungkap Zaenudin.

Ia menambahkan, bagi yang logistiknya sudah lengkap, maka bisa langsung didistribusikan ke TPS tidak apa-apa. Namun ia mengakui memang ada beberapa kotak suara yang belum digembok. Hal itu dikarenakan masih ada kekurangan formulir. "Yang belum digembok karena formulirnya kurang, saat ini terus dikerjakan supaya lengkap, baru kemudian digembok," pungkasnya.

End of content

No more pages to load