Kepala Seksi Museum Sejarah Dan Cagar Budaya Disparbud Kabupaten Malang Anwar Supriyadi (Luqmanul Hakim/Malang Times)

Kepala Seksi Museum Sejarah Dan Cagar Budaya Disparbud Kabupaten Malang Anwar Supriyadi (Luqmanul Hakim/Malang Times)



MALANGTIMES - Situs Sekaran bakal dijadikan museum outdor atau museum terbuka oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang. Hal itu sebagaimana diutarakan oleh Kepala Seksi Museum Sejarah Dan Cagar Budaya Disparbud Kabupaten Malang Anwar Supriyadi. Menurutnya hal itu dikarenakan adanya permintaan warga setempat yang menginginkan adanya destinasi wisata di lokasi tersebut.

“Arahnya dibangun museum outdor. Kalau melihat keinginan dari warga, rencananya situs itu akan dijadikan museum outdor,” kata  Anwar kepada Malangtimes.com, Selasa (16/4/2019).

Lanjutnya, nanti di lokasi tersebut akan dibangun tutup, pagar permanen dan diberikan spot yang lebih tinggi. Sehingga nantinya pengunjung dapat melihat keseluruhan area situs dari ketinggian. Hal tersebut dikatakan Anwar merupakan permintaan dari Balai Arkeolog (Balar) Yogyakarta pasca penelitian lanjutan di situs sekaran. “Pengunjung jika naik ke spot tersebut bisa melihat dari ketinggian. Tentunya harus ditata lingkungannya supaya asri,”jelasnya.

Kemudian,agar tampak lebih asri, ia mengatakan nantinya akan diberikan tanaman hias dan rerumputan hijau. Dalam hal penataan tersebut, ia mengatakan nantinya pihak pemerintah desa siap melaksanakan penataan tersebut. “Untuk penataan itu, pihak pemerintah desa siap untuk melakukan itu. Kita tidak kekurangan tenaga untuk melaksanakan penataan situs itu,” ujarnya.

Sementara itu, ia juga menjelaskan bahwa rencana pembangunan di area situs tersebut, masih menunggu penyerahan lahan dari pihak PT Jasa Marga Malang-Pandaan (JPM). Sebab lokasi situs tersebut merupakan kawasan Tol Mapan.

“Kita masih menunggu dari pihak Jasa Marga, sebab setelah kita dapat informasi dari pihak BPCB Jatim kewenangan terkait pengelolaan situs itu dikelola sendiri oleh Jasa Marga atau diserahkan kepada Pemerintah Daerah,” jelasnya.

Saat ini, pasca penelitian yang telah dilakukan oleh BPCB Trowulan dan Balar Yogyakarta situs tersebut diduga merupakan bekas tempat peribadatan. Hal tersebut berdasarkan temuan 5 struktur bangunan berupa pondasi dari gapura, pagar dan batur.

Sejauh ini, situs yang ada di Dusun Sekaran, Desa Sekarpuro, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang diduga bekas bangunan suci. Hal itu berdasarkan pada struktur bata yang diperkirakan merupakan merupakan pondasi paduraksa, batur arca dan altar.

End of content

No more pages to load