MALANGTIMES - Balai Arkeolog (Balar) Yogyakarta akan melakukan penelitian terhadap bata yang ada di struktur situs Sekaran, Desa Sekarpuro, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Penelitian tersebut dilakukan untuk mengetahui bahan dan campuran apa yang terdapat dalam bata tersebut.

Ketua tim penelitian Balar Yogyakarta Hery Priswanto mengatakan bahwa pihaknya telah mengambil beberapa sampel dari bata yang ada di situs tersebut untuk bahan penelitian di Yogyakarta. "Saya ambil sampel untuk saya bawa ke Balar. Di sana, nanti akan diketahui unsurnya. juga bahan dan campuran apa yang digunakan dalam bata tersebut," ujarnya.

Penelitian bata tersebut dilakukan di Yogyakarta. Karena itu, pihaknya masih belum bisa memastikan situs tersebut berasal dari zaman Kerajaan Singosari atau Majapahit dan abad ke berapa.

Uuntuk memastikan situs tersebut berasal dari era tertentu, harus dilakukan penelitian terhadap karbon yang ada dalam lapisan budaya dan berunsur organik. "Kalau penanggalan bisa menggunakan karbon yang berunsur organik. Tapi yang kami temukan situs ini sudah disturb akibat adanya aktivitas di sini sehingga tanahnya sudah terganggu," ujar Hery.

Sementara, Ismail Lutfi -ketua IAAI Komisariat Daerah Jatim-  juga mengatakan hal demikian. Ia mengatakan, untuk mendapatkan kepastian data situs tersebut berasal dari era mana, memang harus dilakukan penelitian menggunakan karbon.

Tapi, jika nantinya dalam penelitian selanjutnya terdapat temuan bata yang ada goresan aksara kuno, maka akan banyak membantu untuk para peneliti dalam menentukan era tahun berapa bangunan tersebut berasal. Sebab, goresan aksara kuno yang disebut paleografi akan mengarahkan peneliti untuk menemukan zaman pembuatannya. "Jika penelitian selanjutnya ditemukan paleografi, itu sangat membantu. Paleografi itu bisa mengarah ke zaman tertentu," jelas Lutfi kepada MalangTIMES, Senin (15/4/2019).

Diketahui situs tersebut merupakan struktur bangunan peribadatan kuno yang terbuat dari bata. Dari penelitian tersebur, didapati ada sebuah bata yang ditemukan warga dengan ukiran yang diduga posisinya berada di bagian pojok bangunan.