Aldi Mustakim, tersangka beserta barang bukti sabu, saat diringkus polisi. (Foto : Humas Polres Malang for MalangTIMES)

Aldi Mustakim, tersangka beserta barang bukti sabu, saat diringkus polisi. (Foto : Humas Polres Malang for MalangTIMES)



MALANGTIMES - Peredaran narkoba di Kabupaten Malang kian mengkhawatirkan. Pasalnya, bertambah lagi  pengedar yang ditangkap. 

Terbaru, setelah sempat mengamankan beberapa tersangka, Unit Reskoba Polres Malang kembali berhasil meringkus seorang yang terlibat jaringan peredaran narkoba, Minggu (14/4/2019) dini hari. Tersangkanya adalah Aldi Mustakim, warga Dusun Bangsri, Desa Pamotan, Kecamatan Dampit. Remaja 19 tahun ini diringkus polisi karena terlibat jaringan peredaran narkoba jenis sabu. “Tersangka kami ringkus saat hendak melangsungkan transaksi sabu,” kata Kasubag Humas Polres Malang AKP Ainun Djariyah, Senin (15/4/2019).

Pihaknya menambahkan, terungkapnya kasus ini bermula dari laporan masyarakat jika di wilayah hukum Polres Malang, terutama di Kecamatan Turen, masih marak dijumpai peredaran narkoba. Mendapat laporan tersebut, personel Unit Reskoba Polres Malang diterjunkan ke lapangan guna melakukan penyelidikan.

Hasilnya, petugas mendapat keterangan jika sebagian sabu yang beredar selama ini diedarkan oleh tersangka atas nama Aldi Mustakim. Mendapat keterangan tersebut, polisi langsung memburu keberadaan pelaku dan mendapat informasi jika yang bersangkutan hendak melangsungkan transaksi di pinggir jalan dekat SPBU.

Sabtu (13/4/2019), sekitar pukul 23.00 waktu setempat, polisi dikerahkan ke lokasi guna melakukan penyanggongan disalah satu SPBU yang berlokasi di Desa Sedayu, Kecamatan Turen. Setelah beberapa jam melakukan penyanggongan, pelaku akhirnya datang ke lokasi dengan gerak-gerik mencurigakan. Mengetahui hal ini, petugas langsung meringkus yang bersangkutan. “Semula tersangka mengelak jika hendak mengedarkan sabu. Namun ketika digeledah, kami mendapati satu poket sabu dari tangan tersangka,” sambung Ainun.

Lantaran tertangkap tangan, Aldi hanya bisa pasrah saat digelandang petugas ke Mapolres Malang. Dari tangan tersangka, petugas juga menyita beberapa barang bukti. Di antaranya satu poket sabu seberat 0,21 gram, satu buah bungkus rokok yang digunakan untuk menyimpan sabu, dan satu buah handphone. “Kasus ini masih kami kembangkan. Termasuk memburu keberadaan jaringan lain yang juga terlibat peredaran sabu. Akibat perbuatannya, tersangka dijerat  Pasal 112 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika,” terang perwira polisi dengan tiga balok di bahu ini.

Saat dimintai keterangan di hadapan penyidik, Aldi mengaku jika selama ini mendapatkan barang haram tersebut dari seorang temannya. Identitas pemasok saat ini masih dalam upaya pengembangan polisi.

Tersangka yang merupakan protolan SMP ini mengaku terpaksa terlibat jaringan peredaran sabu. Dia berdalih susah cari kerja sehingga nekat berjualan narkoba. “Awalnya hanya coba-coba, akhirnya saya mengenal seorang teman dan malah keterusan,” ungkap Aldi saat dimintai keterangan polisi.

 

End of content

No more pages to load