Direktur Utama PDAM Kota Malang M. Muhlas (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).

Direktur Utama PDAM Kota Malang M. Muhlas (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).



MALANGTIMES - PDAM Kota Malang kembali mengkaji pemanfaatan air sungai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Meski baru merupakan upaya jangka jauh, pemanfaatan air sungai dengan segala teknologinya itu saat ini kembali dikalkulasikan pemanfaatan serta pembiayaannya.

"Mungkin dua tahun lagi sudah bisa direalisasikan. Dalam waktu dekat, kami masih kaji dulu detail engineering design (DED) pemanfaatan air permukaan atau air sungai itu," kata Direktur Utama PDAM Kota Malang M. Muhlas kepada wartawan, Senin (15/4/2019).

Menurut dia, perencanaan pemanfaatan air sungai sangat dibutuhkan. Sebab, kebutuhan akan air di Kota Malang semakin tinggi seiring pertumbuhan penduduk. Sementara pemanfaatan air harus dilakukan dengan beragam inovasi dan tak sekadar penggunaan air bawah tanah saja.

Sementara ini,Sungai Amprong (di Rolak) menjadi salah satu sungai yang dinilai paling bisa dimanfaatkan. Baik dalam segi ekonomi maupun kandungan airnya. Di sisi lain juga masih ada beberapa sungai di Kota Malang yang akan dilihat kemampuan dan kualitasnya. "Air sungai ini debitnya besar dan bisa dilihat nanti seperti apa pemanfaatannya," jelasnya.

Saat ini,  80 persen kebutuhan air di Kota Malang masih memanfaatkan sumber Wendit di Kecamatan Pakis. Sehingga dinilai perlu ada alternatif lain untuk memenuhi kebutuhan air bersih yang mengalir di ribuan rumah tangga dan pelanggan.

Sementara dalam jangka menengah, upaya yang akan dilakukan PDAM, menurut Muhlas, adalah membuat sumur. Beberapa titik sudah ditetapkan untuk pengeboran agar segera dimanfaatkan para pelanggan. 

End of content

No more pages to load