Gundala yang terinspirasi dari legenda Ki Ageng Selo. (Ist)

Gundala yang terinspirasi dari legenda Ki Ageng Selo. (Ist)



MALANGTIMES - Bagi generasi milenial, sosok superhero lokal Gundala sang putra petir hasil goresan tangan Harya Suraminata atau beken dikenal Hasmi tentunya tidak seakrab atau bahkan tidak mengenalnya dibandingkan dengan superhero Marvel yang membombardir masyarakat Indonesia melalui berbagai aksinya di layar lebar.

Ketiadaan sosok superhero Indonesia inilah yang membuat Joko Anwar mengangkatnya ke layar lebar. Gundala yang dulu dikenal lewat komik dan telah diterbitkan sampai 23 volume sampai tahun 1982 bermetamorfosis dan menyapa masyarakat Indonesia milenial di Agustus 2019 datang.

Sebelum menyaksikan laga Gundala di layar lebar, MalangTIMES akan menyuguhkan beberapa fakta yang dimungkinkan juga tidak diketahui terkait sosok pemilik kekuatan petir ini. Pertama, terkait lahirnya Gundala yang pertama hadir tahun 1969 melalui komik berjudul Gundala Putera Petir dan diterbitkan Kentjana Agung.

Banyak orang menduga Gundala seperti sosok superhero Indonesia lainnya lahir dari inspirasi tokoh superhero asing. Gundala kerap diidentikkan dengan superhero The Flash. Padahal, Gundala lahir dari inspirasi Hasmi terhadap sosok lokal tanah Jawa. Yakni, tokoh spiritual yang dipercaya sebagai leluhur kerajaan Mataram bernama Ki Ageng Selo atau dikenal juga sebagai Ki Ageng Ngabdurrakhman.

Siapakah Ki Ageng Selo yang menjadi inspirasi lahirnya Gundala? Dari berbagai literatur, Ki Ageng Selo merupakan seorang bangsawan yang memiliki garis keturunan dengan raja terakhir Majapahit (Brawijaya VII). Murid Sunan Kalijaga ini juga merupakan ‘cikal bakal’ raja-raja Mataram Islam (Panembahan Senopati, raja pertama Mataram Islam, adalah salah satu cicit Ki Ageng Selo).

Tapi sikap hidup sederhananya membuat Ki Ageng Selo memilih menjadi rakyat biasa. Dirinya menetap sambil menyebarkan agama Islam di Desa Selo, selain juga sebagai petani. Ki Ageng Selo, menurut babad dan legenda sampai saat ini, walau hidup dalam kesederhanaan layaknya rakyat biasa, dikenal memiliki kesaktian luar biasa. Ki Ageng Selo bahkan dikenal sebagai sang penakluk petir.

Dari legenda, dihikayatkan suatu hari Ki Ageng Selo sedang asyik mencangkul di sawah. Tiba-tiba langit yang cerah seketika berubah mendung hitam. Hanya butuh waktu singkat langit menghitam dan petir pun menyambar-nyambar di atas Ki Ageng Selo. 

Ki Ageng Selo yang melihat itu berkali-kali mengucapkan "subhanallah" agar petir berhenti menyambar. Tapi, sampai hujan turun, petir terus menyambar dan mengincar Ki Ageng Selo. Saat petir akan menyambar ke kepalanya, Ki Ageng Selo dengan kesaktiannya menangkap petir tersebut. Tentunya terjadi perkelahian sengit terlebih dahulu sampai akhirnya sang petir bisa dikalahkan dan diikat pada sebatang pohon gandri di pinggir persawahan.

Dari kisah itulah, Hasmi terinspirasi untuk menciptakan sosok superhero Indonesia dengan kekuatan petir, yaitu Gundala. Dari sosok legenda tanah Jawa, bukan dari daratan asing. Walaupun, tidak disangkal juga sosok The Flash pun menjadi bagian dalam melengkapi sosok Gundala.

Kedua, terkait nasib para superhero yang biasanya selalu jauh dari urusan asmara yang berujung pada pernikahan. Tanggung jawab yang besar berbanding lurus dengan kekuatan yang dimiliki menjadi rintangan besar para superhero menjalin kisah asmara. 

Tapi, untuk sang Gundala, hal tersebut tidak berlaku. Walau salah satu alasan Sancaka, nama tokoh yang menjadi Gundala, adalah karena putus cinta,  tapi tidak membuat sang putra petir ini  menjomblo seumur hidup. Gundala akhirnya berhasil menemukan tambatan hatinya yang baru, yaitu superhero  bernama Merpati. Dia  berprofesi wartawan bernama Sedang Esti Wulan.

Walau mungkin di film Gundala besutan Joko Anwar nantinya tidak menampilkan kisah asmara tersebut, kisah itu digambarkan dalam komik Hasmi berjudul Pangkalan Pemusnah Bumi (1977). Dalam komik yang diterbitkan oleh UP Prasidha, Gundala dipertemukan dengan wartawan bernama Sedah. Dalam satu cerita, Sedah yang jago ilmu bela diri menolong seorang ibu dari copet. 

Sekelompok penjahat yang menamakan diri Kala Merah pun akhirnya bertindak atas aksi Sedang. Mereka pun akhirnya berencana menghentikan Sedang dengan cara membujuk sampai akhirnya melakukan penculikan. Pada saat Sedang hampir terculik oleh gerombolan Kala Merah pimpinan Pengkor dan dibantu dua orang kepercayaannya, yakni Eng Sie Hong -ahli silat yang juga bertugas mengedarkan narkoba- dan Wahkiatestu yang bertugas merusak generasi muda dengan teknologi dan informasi, Gundala beraksi dan menyelamatkan Sedah yang juga seorang superhero dengan nama Merpati.

Kisah pertemuan tersebut dilanjut di serial komik berjudul Pengantin Buat Gundala. Terdiri dari 6 jilid komik, volume Gundala ini merupakan kisah dua superhero yang melangsungkan kisah asmaranya ke jenjang pernikahan.

End of content

No more pages to load