Wali Kota Malang Sutiaji beserta istri, Widayati Sutiaji (tengah kenalan baju warna biru) saat melakukan demo masak nasi goreng untuk mengkampanyekan hemat energi menggunakan kompor induksi (Humas Pemkot Malang for MalangTIMES).

Wali Kota Malang Sutiaji beserta istri, Widayati Sutiaji (tengah kenalan baju warna biru) saat melakukan demo masak nasi goreng untuk mengkampanyekan hemat energi menggunakan kompor induksi (Humas Pemkot Malang for MalangTIMES).



MALANGTIMES - Wali Kota Malang Sutiaji beserta istri, Widayati Sutiaji turut mengampanyekan upaya hemat energi melalui pemanfaatan kompor induksi dan kompor listrik. Kampanye pun dilakukan melalui demo masak yang dilakukan bersama dengan PLN di area Car Free Day (CFD), Minggu (14/4/2019).

Usai demo memasak menggunakan kompor induksi, Sutiaji menyampaikan jika pemanfaatan kompor tersebut tak ada salahnya untuk dimanfaatkan masyarakat. Karena selain memang mudah dimanfaatkan, juga lebih hemat energi. "Sudah dijelaskan jika penggunaan kompornya aman. Dan yang paling penting itu lebih hemat energi, dan akan menghemat pengeluaran rumah tangga pastinya," terang pria berkacamata itu.

Dalam kesempatan itu, Sutiaji juga mengajak agar masyarakat terus memanfaatkan program yang digelontorkan oleh pemerintah pusat. Sebagai pemerintah daerah, dia juga menyampaikan jika Kota Malang selalu siap mendukung setiap program yang dibuat. Termasuk dalam pemanfaatan hemat energi melalui kompor induksi dan kompor elektrik yang kini terus disosialisasikan.

"Dan jika ada program baru dari PLN, pastikan kebenarannya, jangan sampai terkecoh dengan program yang tak benar. Karena sangat mungkin ada pihak yang dengan sengaja memanfaatkannya," terang pria yang hobi bermain bulu tangkis itu.

Sementara itu, General Manager PLN area Jatim, Bob Syahril mengungkapkan, menggunakan kompor induksi berarti ikut berupaya mengampanyekan hemat energi. Karena penggunaan kompor konvensional dengan bahan bakar LPG itu memberikan beban subsidi senilai tidak kurang dari Rp 51 triliun.

Berdasarkan kalkulasi perbandingan, penggunaan LPG per 4 hingga 5 jam memerlukan biaya sekitar Rp 100 ribu sampai dengan Rp 125 ribu. Sedangkan pemanfaatan kompor induksi hanya membutuhkan biaya sekitar Rp 40 ribu hingga Rp 60 ribu dengan lama pemakaian yang sama, yaitu 4 hingga 5 jam.

"Perhitungan teknisnya dalam 1 kwh sama dengan Rp 450, dan dalam 1 kwh itu bila dikonversikan dalam waktu sama dengan menonton tv secara terus menerus selama 10 jam (1 kwh = 10 jam; red). Artinya penggunaan kompor induksi sangatlah hemat," terangnya.

Selain Wali Kota Malang Sutiaji beserta istri, turut hadir dalam kampanye hemat energi dan demo masak yang berlangsung di area CFD itu adalah Dandim 083/BJ Tommy Anderson. 

End of content

No more pages to load