Kepala Bapenda Kabupaten Malang Purnadi, saat mengisi agenda dalam upaya pembahasan peningkatan PAD (Foto : Istimewa)

Kepala Bapenda Kabupaten Malang Purnadi, saat mengisi agenda dalam upaya pembahasan peningkatan PAD (Foto : Istimewa)


Editor

A Yahya


MALANGTIMES - Sejumlah instansi berlomba mewujudkan Kabupaten Malang menuju predikat kemandirian Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Terutama Badan Pendapatan Daerah (Bapenda). Bapenda berupaya keras merealisasi harapan tersebut, salah satunya dengan cara meningkatkan sektor Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Dalam setiap tahunnya, kami selalu berupaya agar PAD di Kabupaten Malang selalu mengalami peningkatan. Hal ini juga bakal kami lakukan di tahun 2019 ini,” kata Kepala Bapenda Kabupaten Malang, Dr Purnadi.

Sebagai informasi, PAD Kabupaten Malang tahun ini ditargetkan bakal mencapai Rp 525.974.716.486. Sedangkan dari catatan terbaru yang dihimpun Bapenda, tepatnya hingga bulan februari, sudah terkumpul sekitar 9 persen dari yang ditargetkan yakni Rp 45,7 miliar.

“Guna memaksimalkan PAD Kabupaten Malang, nantinya bakal disokong empat sektor. Yakni, pendapatan pajak daerah, hasil retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, serta lain-lain pendapatan asli daerah yang sah,” sambung Dr Purnadi.

Rinciannya, Pajak Daerah tahun 2019 ini ditargetkan bakal memperoleh Rp 215,8 milyar. Sedangkan pendapaan dari Retribusi Daerah bakal memperoleh Rp 38,3 miliar. Kemudian dari sektor pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, ditargetkan bakal memperoleh Rp 18,2 miliar. Terakhir, pada sektor lain-lain pendapatan asli daerah yang sah, bakal menyokong PAD senilai Rp 253,5 miliar. “Hingga akhir tahun ini, kami yakin PAD Kabupaten Malang dapat terpenuhi. Bahkan angka yang diperoleh bisa melebihi dari target yang sudah ditentukan,” tegas Mantan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Malang ini.

Sebagai perbandingan, jumlah PAD tahun 2019 ini memang mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Pada tahun 2017 lalu misalnya, sektor PAD Kabupaten Malang hanya senilai Rp 426,2 miliar. Kemudian, di tahun 2016 target PAD yang ditentukan senilai Rp 394,8 miliar.

Setahun sebelumnya, tepatnya pada tahun 2015 angka yang dipatok sejumlah Rp 333,1 miliar. Terakhir, pada tahun 2014 PAD kabupaten Malang, hanya mencapai sekitar Rp 255,1 miliar. “Guna memenuhi target PAD, Kami sudah berkoordinasi dengan beberapa instansi terkait. Harapannya terget yang sudah ditentukan dapat segera terealisasi,” sambung Dr Purnadi.

Selain mengimbau kepada seluruh pimpinan daerah, guna meningkatkan sektor PAD di wilayah masing-masing. Pria yang identik mengenakan kaca mata ini, juga bakal mengoptimalkan sektor pajak daerah.

Sejauh ini sudah ada tiga kategori yang menjadi langganan top skor, atau melebihi dari target yang ditentukan. Di antaranya potensi pariwisata, baik wisata alam hingga kuliner. “Apabila objek wisata dikelola dengan baik, tentunya dapat meningkatkan sektor pajak daerah di bidang perhotelan dan restoran. Jika seperti ini, maka dapat dipastikan pendapatan pajak daerah juga akan mengalami peningkatan yang signifikan,” ujar Dr Purnadi.

End of content

No more pages to load