Ilustrasi penjambretan (kompas.com)

Ilustrasi penjambretan (kompas.com)



MALANGTIMES - Lagi-lagi kejadian penjambretan terjadi. Kali ini korbannyaadalah kaum perempuan. Kejadian tersebut terjadi di Jalan Lesanpuro, Kedukandang, Kota Malang (13/4/2019), sekitar pukul 18.00 wib.

Korbannya adalah Atik Farida (21) warga Polehan, Kedungkandang, Kota Malang. Saat itu, korban bersama satu temannya berboncengan akan menuju ke rumah temannya yang ada di kawasan Jalan Lesanpuro.

Namun saat sedang melaju di kawasan jalan sepi rerimbunan bambu yang ada di kawasan tersebut, ia tiba-tiba saja didekati oleh pria pengendara motor.Pria berjaket hitam itu langsung menarik dompet miliknya dari dasboard motornya sebelah kanan dengan mudah.

"Saya pikir ya hanya orang lewat saja mas, nggak curiga. Biasanya lewat sini, meskipun ada jalan yang sepi, tapi nggak kayak yang lewat selatan ( Jalan KH Malik) yang memang benar-benar sepi sampingnya persawahan,"  bebernya

"Biasanya saya bawa tas dan dompetnya saya masukan tas. Tapi karena nggak terlalu jauh tempatnya, saya sengaja nggak bawa tas, karena dompetnya besar jadi saya taruh di dasboard motor," tambahnya.

Dan setelah mengambil dompet tersebut, pelaku yang hanya seorang diri langsung langsung kabur. Sementara korban dan temannya yang takut mengejar pelaku, selanjutnya memilih berhenti dan berputar arah meminta pertolongan warga sekitar. "Saya minta tolong orang lewat, terus karena takut saya minta diantarkan sampai depan gang 12 yang sudah ramai situasinya, kemudian langsung kembali pulang," jelasnya pada MalangTIMES.com.

Sementara, saat itu, korban tidak sempat melihat jelas plat motor yang digunakan oleh pelaku. Sebab, selain kejadian tersebut begitu cepat serta kondisi menjelang petang, plat nomor  yang digunakan pelaku juga tidak terlalu jelas.

"Ciri-cirinya yang sempat saya lihat pelaku menggunakan jaket hitam dan celana hitam. Selain itu saya nggak sempat lihat. Nggak kepikiran juga waktu itu lihat plat nomornya, kata temannya yang sempat memperhatikan memang nggak jelas platnya," bebernya

Pasca kejadian tersebut, korban yang sudah mengatakan kepada keluarganya, tidak melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwajib. Hanya saja diharapkan agar lokasi tersebut bisa ditambah penerangan atau sering dilakukan patroli oleh petugas kepolisian.

"Nggak laporan mas, sama keluarga nggak usah, karena memang kerugiannya nggak banyak, isi dompetnya cuma sekitar Rp 250 ribu. Untungnya nggak ada dokumen-dokumen penting di dalam dompet," pungkasnya.

End of content

No more pages to load