ilustrasi : news.okezone.com

ilustrasi : news.okezone.com



MALANGTIMES - Kampanye dalam Pilpres dan Pileg 2019 akan berakhir hari ini (13/4/2017) dan memasuki masa tenang mulai besok (14/4/2019) hingga hari pemungutan suara 17 April mendatang. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Malang bersama aparat kepolisian akan meningkatkan patroli, termasuk pengawasan di dunia maya atau sosial media. Sebanyak 25 personel cyber troops Polres Malang Kota akan bersiaga selama 24 jam sehari untuk menjaga situasi tetap kondusif.

Wali Kota Malang Sutiaji mengungkapkan, bahwa tujuan Pemilu yaitu memilih yang memiliki kompetensi, integritas dan mempunyai nilai-nilai moral. "Bawaslu mempunyai otoritas yang penuh untuk mengawasi. Kami bersama-sama, Pemkot Malang bersama TNI-Polri menjamin ketika ada hal-hal yang tidak benar, tolong sampaikan dengan tegas, nggak usah takut oleh intimidasi orang-orang yang tidak bertanggung jawab," ujar Sutiaji.

Sutiaji menyebut, tugas sebagai pengawas pemilu sangat berat. "Upaya menjaga agar tidak ada intrik-intrik yang transaksional. Perang terhadap hoaks, perang terhadap fitnah, isu SARA, isu-isu yang membuat bercerai-berainya kerukunan, ini harus diwaspadai bersama," tuturnya.

Ketua Bawaslu Kota Malang Alim Mustofa menyampaikan bahwa hasil pendataan kerawanan terhadap potensi pelanggaran pemilu Kota Malang tergolong rawan sedang. Ada berbagai kerawanan yang harus diantisipasi seperti money politics dan hoax yang tersebar. "Tingkat kerawanan money politics di Kota Malang ini mencapai 20 persen. Tapi selain itu, masa tenang nanti juga rawan adanya kampanye hitam atau sebaran hoax di sosial media," ujar Alim.

Sementara itu, Kasubbag Humas Polres Malang Kota Ipda Ni Made Seruni Marhaeni mengungkapkan bahwa patroli juga dilakukan di dunia maya. Dia menyebut ada 25 anggota cyber troops yang bertugas melihat berbagai postingan warganet, baik di Facebook, Twitter, Instagram dan platform lainnya. "Kami melihat postingan-postingan yang meresahkan. Kami melakukan rekap sejak pagi hingga sore hari. Setiap hari, ada sekitar 10-15 link yang kami laporkan," terangnya.

Temuan yang didapat, akan dilaporkan ke Polda Jawa Timur. "Untuk tindak lanjut, kami serahkan kepada Polda. Apakah netizen yang memposting akan dimintai keterangan lebih lanjut atau tidak. Tidak menutup kemungkinan, juga akan dilaporkan ke Mabes Polri," papar dia. 

Hasil temuan sementara, postingan warga Malang sifatnya hanya konter opini. Namun saat ada postingan yang meresahkan, akan dilakukan penindakan. "Kami langsung mengumpulkan informasi tentang data orang tersebut. Langsung kami datangi rumahnya dan langsung berikan imbauan," tegasnya.

Dia mencontohkan, belum lama ini ada seorang ibu rumah tangga yang memposting berita yang berhubungan dengan politik dan masih belum tahu kebenarannya. "Kami bertanya apa tujuannya. Ibunya bilang hanya iseng. Ia berjanji tidak akan melakukan lagi. Yang bersangkutan langsung tanda tangan di atas materai dan disaksikan dengan Babinsa dan Bhabinkamtibmas," papar Uti, sapaan akrabnya.

Pihaknya memberikan teguran dan juga memberikan pernyataan tertulis supaya perbuatan tersebut tidak terulang lagi. "Kami juga akan terus pantau, apakah diulangi lagi atau tidak. Kalau diulangi, kami akan lakukan tindakan tegas dan mintai keterangan lebih lanjut," tuturnya. 

Hingga saat ini, patroli terus ditingkatkan untuk menjaga kondusifitas Kota Malang di media sosial. Patroli tersebut akan terus dilakukan meski Pemilu 2019 sudah selesai. "Supaya masyarakat berhati-hati menggunakan media sosial, tidak menyebar hoaks apalagi menebar keresahan masyarakat. Ini yang kami antisipasi," pungkasnya.

End of content

No more pages to load