Kepala Dinas PUPR Kota Malang, Hadi Santoso (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).

Kepala Dinas PUPR Kota Malang, Hadi Santoso (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).



MALANGTIMES - Meski belum akhir tahun, seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di Kota Malang diwajibkan untuk membuat lelang kinerja. Dalam lelang tersebut, Masing-masing OPD diwajibkan menyuguhkan sederet program prioritas yang akan digarap pada 2020 mendatang.

Bukan hanya itu, setiap OPD sejak dini juga diwajibkan menyodorkan inovasi yang dimiliki, dan wajib dievaluasi. Itu sebabnya, semua OPD sudah menyiapkan beberapa program unggulan dan prioritas untuk digarap tahun depan.

Tanpa kecuali Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DUPUR) Kota Malang yang sudah siap dengan beberapa program rencana yang akan dijalankan sepanjang 2020.

Kepala Dinas PUPR Kota Malang, Hadi Santoso dalam pemaparan rencana kerja di hadapan Wali Kota Malang Sutiaji, belum lama ini menyampaikan, ada beberapa program yang sudah direncanakan. Diantaranya adalah program pembangunan Malang Creative Centre.

"Malang Creative Centre diperkirakan menelan anggaran Rp 185 Miliar," katanya.

Selain pembangunan Malang Creative Centre, pembangunan lain yang direncanakan adalah Jembatan Kedungkandang yang kini dalam tahap detail engineering desain (DED). Anggaran yang dibutuhkan untuk membangun jembatan yang sempat tertunda ini diperkirakan mencapai Rp 70 Miliar.

Tak hanya itu, Dinas PUPR juga mengajukan anggaran Rp 10 Miliar untuk pembebasan lahan kaki simpang untuk mengatasi kemacetan. Selanjutnya City Walk Kayu Tangan Heritage membutuhkan anggaran Rp 6,2 Miliar dalam rangka realisasi Kampung Heritage.

Kemudian pembangunan saluran drainase dan gorong-gorong membutuhkan anggaran kurang lebih sebesar RP 5 Miliar. Selanjutnya fasilitas pembangunan SPAL Kota Malang sebesar Rp 3,7 Miliar. Sedangkan untuk DED Jembatan Tlogomas, membutuhkan anggaran Rp 100 juta. Sementara DED Kampung Arema sebesar Rp 90 juta.

"Penyusunan dokumen rencana tata ruang sebesar Rp 320 juta serta koordinasi penataan ruang daerah senilai Rp 265 juta," jelas pria yang akrab disapa Sony itu.

Bukan hanya itu, pada 2020 mendatang Sony juga menegaskan jika permasalahan jalan dan drainase rusak akan diatasi. Saat ini, pihaknya juga sudah melakukan pemetaan untuk kawasan mana saja yang harus segera dituntaskan, dan akan diatasi dalam ABPD-Perubahan 2019. Sehingga seluruh permasalahan jalan rusak sudah rampung di 2020.

End of content

No more pages to load