Kondisi mayat Supardi, sesaat sebelum dievakuasi ke kamar mayat, Kecamatan Pakis (Foto : Istimewa)

Kondisi mayat Supardi, sesaat sebelum dievakuasi ke kamar mayat, Kecamatan Pakis (Foto : Istimewa)


Editor

A Yahya


MALANGTIMES - Polisi terus memburu motif sekaligus penyebab pasti, tewasnya Supardi warga Dusun Gandon Barat, Desa Sukolilo, Kecamatan Jabung. Selain melakukan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara), petugas juga masih menghimpun keterangan dari berbagai saksi, termasuk keluarga korban.

Seperti yang sudah diberitakan, pria yang akrab disapa Pardi itu ditemukan tewas mengenaskan di area persawahan yang berlokasi di Dusun Tegal Pasangan, Desa Pakis Kembar, Kecamatan Pakis, Jumat (12/4/2019) pagi.

Ketika pertama kali  ditemukan, korban nampak mengenakan pakaian lengan panjang warna hitam kusam. Selain itu, pria yang kini berusia 58 tahun tersebut, juga mengenakan celana panjang yang diketahui dalam keadaan melorot ke bawah hingga (maaf) celana dalam korban terlihat. Ketika pertama kali ditemukan, sepintas tangan korban seperti terlihat terikat di belakang tubuhnya.

Tidak hanya itu saja, ketika ditemukan oleh saksi pertama kali. Saat itu posisi tubuh korban miring kesebelah kanan dengan luka parah di bagian pipi sebelah kiri, serta bersimbah darah. Setelah sempat berstatus Mr. X, identitas mayat akhirnya berhasil diungkap tim Inafis Polres Malang melalui sidik jari.

“Diperkirakan korban meninggal sekitar hari Kamis malam hingga Jumat dini hari, sebab ketika pertama ditemukan darah segar korban masih terlihat keluar," kata Kasat Reskrim Polres Malang, AKP Adrian Wimbarda.

Usai dievakuasi, jenazah Pardi langsung dilarikan ke RSSA (Rumah Sakit Saiful Anwar) Malang. Sedangkan pihak kepolisian, masih mendalami hasil olah TKP (Tempat Kejadian Perkara) dan keterangan dari beberapa saksi termasuk keterangan pihak keluarga.

Dari hasil olah TKP, petugas saat itu menemukan sepeda Suzuki Smash warna merah silver dengan nopol N-5862-HC. Kendaraan yang diduga milik korban itu, ditemukan di sekitar lokasi penemuan mayat.

Selain itu, dari jarak sekitar 30 meter dari penemuan mayat, polisi juga menemukan cangkul, yang diduga digunakan untuk menghabisi nyawa korban. “Kami masih menunggu hasil autopsi, guna memastikan penyebab kematian korban,” terang perwira polisi dengan pangkat tiga balok di bahu ini.

Dari pendalaman MalangTIMES.com, Jumat (12/4/2019) petang, tepatnya sekitar pukul 18.00 waktu setempat, pihak keluarga sudah mendatangi ke Mapolsek Pakis. Kedatangannya bertujuan untuk memastikan, jika mayat yang ditemukan tadi pagi merupakan anggota keluarganya.

“Kami belum bisa memastikan apakah ini kasus pembunuhan. Tapi dari keterangan keluarga, korban kesehariannya memang bekerja sebagai petani. Mengingat tidak ada barang berharga milik korban yang hilang, kemungkinan motif pembunuhan ini karena dendam atau salah paham yang berujung perkelahian,” ujar salah satu anggota polisi yang mewanti-wanti agar namanya tidak ditulis dalam pemberitaan ini.

End of content

No more pages to load