Tim HoBP. (Foto: istimewa)

Tim HoBP. (Foto: istimewa)



MALANGTIMES - Tanaman tak selalu tumbuh di atas tanah. Ada beberapa media yang bisa menggantikan tanah sebagai proses hidup, salah satunya adalah hidrogel.

Hidrogel terbuat dari bahan polymer yang mampu menyimpan air serta mengandung unsur-unsur hara yang dibutuhkan bagi tanaman layaknya media tanah. Bahan dasar gel yang sering digunakan berasal dari rumput laut (Eucheuma Cottonii).

Sayangnya, masyarakat sering kesulitan menemukan pabrik hidrogel. Hal ini menyebabkan keterlambatan dalam proses pembuatan.

Atas dasar itu, lima mahasiswa Fakuktas Pertanian Universitas Brawijaya (UB) berinsiatif membuat alternatif bahan dasar hidrogel dari kulit pisang. Lima mahasiswa tersebut tergabung dalam Tim HoBP yang terdiri atas Aditya Aji Novtara, Ayu Azmidar, Pramesti Rizma Dita S, Alwan Afif Fadhilah, Aditya Permana Putra, dan Aditya Aji Novtara.

"Pisang adalah salah satu komoditas pertanian potensial di Indonesia, termasuk di Malang," ujar ketua tim Aditya Aji Novtara. 

Menurut penelitian mereka, rata-rata pertumbuhan produksi pisang di Indonesia adalah 4,92 persen  dengan total kontribusi Jawa Timur sebesar 21,87 persen  pada 2011-2015.

Malang sendiri menyumbang produksi sebanyak 42,35 persen  atau 690.136 ton.  "Kulit pisang termasuk sejumlah besar limbah dengan 1/3 bagian dari buah yang belum dikupas," imbuh Aditya.

Poin plusnya, dikatakan Aditya, bahwa dalam kulit pisang terkandung senyawa pati (karbohidrat kompleks) dengan sifat biodegrable yang bisa menjadi media tanam hidrogel.

Atas penemuan tersebut, tim yang berada di bawah bimbingan Afifuddin Latif Adiredjo SP MSc Ph D tersebut meraih bronze medal kategori innovation dalam International Student Affairs Invention, Innovation and Desaign Competition (I-SAIID) yang digelar di Malaysia belum lama ini.

I-SAIID merupakan kompetisi tingkat internasional yang bertujuan untuk menampung penemuan-penemuan hebat inovator lokal dan internasional yang akan membawa manfaat bagi kesejahteraan dan pengembangan siswa.

I-SAIID 2019 diikuti sebanyak 175 tim dari berbagai negara seperti Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Brunei Darussalam.

End of content

No more pages to load