Ilustrasi.(Foto : onesulsel.id)

Ilustrasi.(Foto : onesulsel.id)


Editor


MALANGTIMES - Polisi berhasil meringkus pelaku pembunuhan pria tanpa kepala dalam koper yang ditemukan di Jembatan Karangggondang, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar. Pelaku berinisial AS diamankan Polda Metro Jaya di Jakarta pada Kamis (11/4/2019).

Berdasarkan keterangan AS, polisi meringkus pelaku lain, yakni AJ, warga Kediri, yang kemudian menunjukan lokasi pembuangan potongan kepala korban di sebuah aliran sungai di Desa Bleber, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri.

Rumah AS diketahui hanya berjarak sekitar 2 kilometer ke arah utara dari jembatan Desa Karanggondang, lokasi pertama ditemukanya mayat dalam koper.  AS tinggal di sebuah rumah sederhana bersama ibunya. 

Jalan menuju rumah AS berupa gang keacil yang hanya cukup dilintasi satu kendaraan roda empat. Hanya ada sekitar delapan rumah di gang kecil ini. Salah satunya rumah AS.

"Iya benar Mas Aris (AS) memang tinggal di sini sama ibunya," ungkap Hadi, ketua RT 02 RW 01 Desa Mangunan, Jumat (12/4/2019).

Menurut Hadi, dalam keseharianya AS dikenal sebagai sosok yang jarang bergaul dengan warga sekitar. AS juga diketahui baru pulang dari Malaysia sekitar setahun yang lalu. Kemudian AS membuka usaha nasi goreng di daerah Sambi, Ringinrejo, Kediri. 

Tempat usaha nasi goreng AS ini juga tak jauh dari rumah yang ditinggalinya. Sekitar 3 kilometer ke arah utara. "Biasa orangnya. Ya kayak warga pada umumnya. Kalau siang di rumah sini. Kalau malam ya mungkin jualan nasi goreng itu," imbuhnya.

Dari rumah AS,  polisi membawa sejumlah barang bukti. Di antaranya   motor Honda Scoopy warna abu-abu kombinasi cokelat tanpa pelat nomor milik korban Budi Hartanto (28) serta sebuah motor Yamaha Mio J warna merah milik AS yang diduga digunakan kedua pelaku untuk membuang jasad korban di bawah jembatan Desa Karanggondang.

Hal diungkapkan Kholik, salah satu warga yang tinggal di sebelah timur rumah AS. Jumat (12/4/2019) dini hari, Kholik mengetahui ada tiga mobil berhenti di rumah AS. Namun seseorang yang diduga petugas kepolisian melarang Kholik untuk mendekati rumah AS. 

"Saya lihat dari jauh karena nggak boleh mendekat. Awalnya saya memang curiga kenapa banyak motor sama mobil wira-wiri. Dari jauh,  saya lihat sepertinya petugas kepolisian bawa dua motor keluar dari rumah. Yang satu Scoopy abu-abu cokelat. Satunya lagi motor Mio J warna merah," terang Kholik.

Sebelumnya penemuan mayat dalam koper, Rabu (3/4) pukul 07.00 WIB membuat geger warga Blitar. Koper warna hitam itu ditemukan pencari rumput di Desa Karanggondang, Kecamatan Udanawu. Saat ditemukan, di dalam koper itu terdapat sesosok mayat tanpa bagian kepala.

Polisi berupaya terus menguak tabir mutilasi mayat dalam koper dengan memeriksa kembali 18 saksi dan olah TKP ulang. Selain itu, polisi menyusuri Sungai Karanggondang, Kecamatan Udanawu, Blitar. 

Setelah terus ditelusuri identitas korban akhirnya tersingkap. Korban adalah Budi Hartanto, 28. Dia berprofesi sebagai guru honorer di Kediri.

Tag's Berita berita blitar Polda Metro Jaya

End of content

No more pages to load