MALANGTIMES - Salah satu solusi kemacetan di Kota Batu sudah siap dilaksanakan. Yakni, Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengakomodasi pemasangan box culvert di Jalan Ir Soekarno, Kecamatan Junrejo. Untuk pemasangan box culvert di jalan ini, biaya yang dikucurkan Rp 22,5 miliar.

“Program jalan ini sudah dimasukkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan Rencana Strategi (Rensta),” kata Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso. 

Nantinya jalan yang digunakan akan memiliki lebar 12 meter dengan panjang 3.000 meter atau 3 kilometer. Solusinya sungai yang ada di jalan itu akan ditutup.

Sungai itu akan ditutup dengan box culvert. Tetapi penutupan sungai dengan box culvert tidak akan menebang pohon yang ada di sana. “Program ini sudah diakomodasi dalam  Musyawaran Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Jatim,” kata Punjul.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memang ingin segera mengentaskan permasalahan infrastruktur di Kota Batu untuk menunjang pariwisata. Apalagi dari data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah wisatawan yang berwisata ke Kota Batu tembus 7,2 juta.

Hingga saat ini, saat libur panjang, Kota Batu mengalami masalah kemacetan. Sampai saat ini permasalahan itu masih belum terpecahkan. Padahal, kemacetan sudah terjadi cukup parah di jalan protokol. Mulai dari Jalan Ir Soekarno di Kecamatan Junrejo hingga Jalan Patimura di Kecamatan Batu.  

Punjul menjelaskan, program ini masih belum diketahui kapan bisa dilaksanakan. Namun ada dua pilihan, yakni saat perubahan anggaran keuangan (PAK) 2019 atau tahun 2020 mendatang.

“Kapannya itu antara saat PAK atau tahun 2020. Semoga secepatnya melihat saat libur Lebaran atau tahun baru terjadi kemacetan yang cukup parah,” ucap mantan anggota DPRD Kabupaten Malang ini.

Sebelumnya untuk melancarkan rencana box culvert ini, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengataka butuh  anggaran yang tidak sedikit. Sehingga Khofifah telah menyurati Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Juga presiden dan wakil presiden.