MALANGTIMES - Dukungan terhadap Arema dalam laga leg kedua final Piala Presiden antara Arema FC melawan Persebaya dengan memakai atribut Arema pada Jumat (12/4) tak hanya dilakukan oleh ASN/karyawan/karyawati dan guru se Kota Malang saja. Para siswa di SDN Bareng 3 juga turut membiru menunjukkan supportnya terhadap Singo Edan.

Pagi ini, eurofia dari para siswa maupun guru di SDN Bareng 3 terasa begitu nyata. Bertempat di halaman sekolah, mereka menyanyikan 3 lagu Arema di antaranya Salam Satu Jiwa, Tetep Ning Ati, dan Arema Singo Edan.

Nyanyian dari para guru dan siswa itu diiringi dengan bendera Arema yang berkibar-kibar. Tabuhan jidor yang berderang semakin mengobarkan dukungan dari warga sekolah.

Diketahui bahwa bendera dan jidor tersebut merupakan spontanitas dan inisiatif dari para siswa untuk meramaikan kegiatan tersebut.

Dukungan dari warga SDN Bareng 3 tak hanya melalui nyanyian-nyanyian saja. Melainkan juga doa. Di momen tersebut, seluruh warga sekolah mengirim doa kepada tim Arema agar pertandingan malam ini lancar dan menang.

Tak lupa, Kepala Sekolah SDN Bareng 3 menyisipkan pendidikan karakter kepada para siswa melalui momen langka ini. Kegiatan dukungan terhadap Arema tersebut dilakukan sebagai ganti dari kegiatan Jumat bersih yang rutin dilakukan di sekolah.

"Kita masukkan tadi pendidikan karakter tentang bagaimana menjadi suporter yang baik kepada anak-anak," ujar Kepala Sekolah Bareng 3 Rachmat Suliadi, M.Pd saat ditemui usai acara.

Dikatakan Rachmat kepada para siswa, saat ini bukan zamannya mendukung dengan anarki. Para siswa dinasihati untuk memberikan support dengan cara yang baik.

"Sekarang bukan zamannya anarki dan suka tawur. Berilah support yang baik. Kalau enggak bisa ke sana ya dengan doa," ujar Rachmat.

Disampaikan oleh Rachmat kepada para siswa, bahwa kalau bisa para siswa bukan hanya menjadi suporter saja. Melainkan juga sukses menjadi pemain bola bagi yang bercita-cita demikian.

Mengenai warga sekolahnya yang kompak memakai atribut Arema, disampaikan Rachmat bahwa hal itu berawal dari imbauan dari Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang.

"Dasarnya kan memang ada imbauan dari Kadiknas untuk karyawan dan guru menggunakan atribut Arema. Cuman karena ini ada imbauan diperbolehkan dan ada momen ulang tahun kota Malang, ya sekalian untuk anak-anak dan untuk menyampaikan pendidikan karakter kepada mereka," terangnya.

Adanya kegiatan langka ini membuat para siswa senang. Salah satunya adalah Ali Hamzah, siswa kelas 3C.

"Serunya itu merayakan Arema melawan Persebaya. Sangat menyenangkan dan pengen diadakan kegiatan kayak gini lagi. Saya berharap Arema juara," ujarnya.

Rosyidan, siswa kelas 3C juga berpendapat hal yang sama dengan Hamzah.

"Kegiatan tadi menyenangkan, seru. Ada nyanyi, ada olahraga. Saya yakin Arema juara," ungkapnya.

Sementara Raditya Agung yang juga kelas 3C juga mengaku senang dengan kegiatan tersebut. Terlebih lagi pada saat menyanyikan lagu-lagu Arema.

"Yang paling seru nyanyi dan yel-yel Arema tadi," pungkasnya.

Harapan mengenai kegiatan positif ini diadakan lagi terlontar dari salah satu murid perempuan, Dini kelas 5C.

"Ini pertama kali kayak gini. Kelas 6 nanti pengen kayak gini lagi," ujarnya.