Romdhoni Kepala DPUBM Kabupaten Malang saat berada di workshop Bina Marga (DPUBM Kab Malang)

Romdhoni Kepala DPUBM Kabupaten Malang saat berada di workshop Bina Marga (DPUBM Kab Malang)



MALANGTIMES - Tidak bisa dipungkiri, kualitas suatu pembangunan, seperti jalan tidak terlepas dari proses perencanaan sampai pada pengawasan. Khususnya pengawas yang berasal dari pemerintahan itu sendiri sebagai leading sector pembangunan tersebut.

Bertolak dari hal itulah, Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang, secara rutin setiap tahun melakukan kegiatan peningkatan kapasitas bagi pengawas jalan yang dimiliknya.  Baik berupa penguatan pengetahuan secara teoritis maupun pengenalan lapangan dalam menjalankan tugasnya sehari-hari.

"Bimbingan teknis bagi pengawas memang rutin kita lakukan. Khususnya bagi para petugas pengawas lapangan. Karena dari mereka ini bisa dihasilkan kualitas jalan yang sesuai standar. Dimana mereka bisa melakukan pengawasan secara baik saat, misalnya, ada persoalan di lapangan," kata Kepala DPUBM Kabupaten Malang Romdhoni, Jumat (12/04/2019).

Untuk mencapai hal tersebut, maka  keterampilan serta pengetahuan petugas yang berada di berbagai wilayah pembangunan menjadi keharusan yang wajib dimiliki. Bukan hanya pintar secara teoritik saja tapi juga memahami lapangan.

Dua kemampuan inilah yang terus disuntikkan DPUBM Kabupaten Malang kepada para petugasnya. Seperti yang terlihat dalam acara bimtek pengawas jalan yang telah dilakukan beberapa hari lalu.

Romdhoni menegaskan, bahwa acara peningkatan kapasitas menjadi sangat penting dilakukan setiap tahunnya. Dengan berbagai persoalan terkait jalan yang dibangun, fungsi para pengawas jalan menjadi sangat signifikan dalam menghasilkan kualitas pembangunan yang baik.


"Kemarin kita bimtek mereka selama tiga hari berturut-turut. Dengan pengaturan teori dan praktek lapangan. Goalnya adalah mereka semakin menguasai teori sekaligus mampu mengaplikasikannya di lapangan. Tujuan akhir tentunya agar mereka semakin memiliki kinerja yang baik dan profesional," urai mantan Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Malang.

Pola memadukan teori dengan praktik lapangan menjadi pilihan tepat yang diambil oleh DPUBM Kabupaten Malang. Pasalnya, sebagai OPD yang secara langsung berhubungan dengan berbagai persoalan teknis bangunan infrastruktur. Keberhasilan pembangunan tidak bisa hanya mengandalkan petugas DPUBM yang pintar dari sisi teori saja. Tapi juga mampu secara teliti dan cepat mengambil berbagai kebijakan di lapangan. Terutama bagi para pengawas jalan yang lebih banyak berada di lapangan.

Romdhoni menegaskan, teori kebina margaan bisa dipelajari lewat berbagai literatur atau buku. "Tapi, tentunya teori itu bisa juga diaplikasikan di lapangan. Caranya ya dengan pengenalan lapangan. Misalnya bagaimana pengawas jalan bisa mengetahui jenis material yang digunakan dan mengerti perbedaanya. Paham bagaimana standar mutu material untuk jalan. Mana yang memenuhi dan mana yang tidak,”urainya.

Diikuti 100 orang staf dan mentor dari Provinsi Jawa Timur (Jatim). Bimtek pengawas jalan berjalan secara lancar serta porsi lapangan lebih mendominasi, yaitu dua hari dari tiga hari pelaksanaan. Harapan besarnya, kembali seperti yang disampaikan Romdhoni, menjadikan pengawas jalan memiliki pengetahuan teori yang baik serta mahir melakukan tugasnya.

"Karena sekali lagi di bahu mereka kualitas pembangunan jalan yang baik dan sesuai teknis bisa diwujudkan," pungkas Romdhoni.

End of content

No more pages to load