MALANGTIMES - Laga final leg kedua Piala Presiden 2019 antara Arema FC dan Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, hari ini (12/4/2019) membawa berkah tersendiri bagi para penjual atribut Arema.

Adanya imbauan dari pemerintah daerah (pemda) agar aparatur sipil negara (ASN) dan siswa mengenakan atribut bernuansa Singo Edan juga membuat mereka "panen". Penjualan pun mengalami peningkatan hingga 80 persen dibanding hari-hari biasa.

Misalnya terlihat di toko Ultras, di Jalan Trunojoyo Kota Malang. Sejumlah pembeli tampak memenuhi toko dan memilih-milih atribut yang diinginkan. Store Manager Ultras, Jio mengungkapkan bahwa masuknya Arema FC ke babak final memberi pengaruh positif pada penjualan di toko tersebut. "Dari sisi omzet naiknya lumayan, sekitar 60-80 persen. Item yang paling dicari yaa reguler kaus, jaket ada juga beberapa syal. Sesuai permintaan lah," ujar Jio.

Selain itu, imbauan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Malang dan Pemkot Batu juga memberi andil kenaikan penjualan. "Bersyukur, nikmat Allah SWT. Berpengaruh lah (imbauan itu). Tapi peningkatan sejak Arema FC masuk perempat final. Saat final leg pertama kemarin kan sempat draw, optimisme juga mulai timbul dari warga Malang juga imbauan dari pemerintah termasuk memberikan dampak dan semangat luar biasa," paparnya.

Antusiasme warga mencari jersey bernuansa biru-merah-putih itu juga membuat toko tersebut kehabisan stok sejumlah item kaus. "Ada juga beberapa desain yang habis, (kaus untuk) anak-anak juga sudah ludes yang ukuran anak sekolah. SD-TK itu habis, tinggal yang bayi-bayi," tuturnya. Sementara pembeli dari kalangan ibu-ibu dan kodew-kodew (perempuan-perempuan) rata-rata juga mencari kaus lengan panjang.

Hingga sekitar pukul 11.00 WIB, Jio mengaku sudah menjual sekitar 25 item lebih. "Paling dicari desain yang mewakili semangat mereka seperti tulisan Ongis Nade, Pride of the City, yang mewakili tim kebanggaan Arema FC. Harganya di sini mulai Rp 75-150 ribu. Yang Rp 75 ribu sudah habis," sebutnya. Jio menambahkan, selain kenaikan omzet, semangat jelang laga penentuan tersebut juga meningkatkan semangat kebersamaan warga Malang. "Terutama semangat urip, semoga positif, kerukunan, semua bisa ketemu baik tua-muda anak-anak dan dewasa. Semangat kami berkarya juga terwakili, itu luar biasa," tuturnya.

Hal senada diungkapkan Owner Indie Arema Shop Gatot Listiono. "Peningkatan penjualan bisa lebih dari 75 persen dari hari biasa, kalau hari-hari biasa nggak ada pertandingan kan sepi," ujar Gatot. Menurutnya, penjualan atribut kesebelasan biasanya mengikuti ritme pertandingan. "Kalau ada liga yaa ramai tapi kalau tidak ada ya paling orang cari untuk oleh-oleh khas Malang," urainya.

Gatot mengungkapkan, penjualan di tokonya mulai ada peningkatan saat ada imbauan dari Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko, Rabu (10/4/2019) lalu. "Kalau imbauan Pak Sutiaji (Wali Kota Malang) kan sudah sore, jadi pas malamnya itu tambah ramai," ujarnya. Menurutnya, yang paling cari saat ini adalah kaus, syal, dan topi. "Tapi kalau syal dan topi tidak dominan. Setengah hari ini sudah terjual lebih dari 100 item kaus," sebutnya.

Dia menyebut, harga kaus di toko itu dibanderol mulai Rp 60 ribu untuk desain lama. Sementara desain baru, di kisaran Rp 80-100 ribu. Untuk mengakomodasi antusiasme pembeli, dia juga memilih membuka toko lebih awal. "Hari ini kan buka lebih awal daripada hari biasa. Biasanya buka jam 09.30 WIB karena tingginya minat ini buka jam 08.30 WIB," pungkasnya.