Salah satu pulau memiliki kisah terbentujnya Pulau Bangka Belitung. (Foto: istimewa)

Salah satu pulau memiliki kisah terbentujnya Pulau Bangka Belitung. (Foto: istimewa)



MALANGTIMES - Sebagai negara yang kaya akan budayanya, Indonesia juga kaya akan cerita-cerita legenda yang mengisahkan terbentuknya sesuatu. Banyak kisah-kisah legenda di Indonesia yang menceritakan terjadinya sesuatu di Indonesia.

Bahkan pulau-pulau yang ada di Indonesia ini memiliki sejarah yang panjang. Berikut 6 kisah terbentuknya pulau-pulau di Indonesia, antara lain:

1. Pulau Kalimantan

Terbentuknya Pulau Kalimantan berawal dari dua dewa yang bersaing merebutkan hati manusia untuk menyembah mereka. Salah satu dewa yakni dewa wilayah atas membangun sebuah gunung yang terbuat dari emas. Melihat hal tersebut, dewa wilayah bawah iri. Ia pun membangun sebuah gunung yang lebih tinggi dari milik dewa wilayah atas.

Namun dari bahan yang tersisa yaitu batuan dan tanah. Konon manusia lalu menertawakan gunung buatan dewa wilayah bawah. Karena berbentuk jelek dan tidak seindah gunung buatan dewa wilayah atas. Dewa wilayah bawah pun marah, ia meremas bebatuan yang sedang di pegangnya.

Tapi ajaib, bebatuan tersebut berubah menjadi batu mulia seperti batu merah delima, jamrud, shafir, dan permata. Dewa wilayah bawah akhirnya menggunakan batu-batu mulia untuk menutupi gunung yang sudah dibangunnya. Dan rakyat pun beralih menyembah dewa wilayah bawah.

Pertempuran antara sesama dewa pun kemudian tak terelakkan. Lama kelamaan kedua gunung meledak bersamaan dan mengeluarkan bebatuan indah yang tersebar ke seluruh wilayah. Kedua gunung pun mengeluarkan larva panas yang mengalir ke laut dan membentuk sebuah pulau. Pulau itu adalah Pulau Kalimantan.

2. Pulau Simosir

Legenda terbentuknya Pulau Samosir berkaitan erat dengan terbentuknya Danau Toba. Konon seorang pemuda bernama Toba menikahi sesosok wanita yang tak lain adalah jelmaan dari seekor ikan. Sebelum menikah sang wanita meminta Toba untuk berjanji tidak akan mengungkit lagi darimana ia berasal. Mereka kemudian dikaruniai seorang anak yang dinamakan Samosir.

Suatu hari Samosir diberi tugas oleh ibunya untuk membawa makan siang kepada sang ayah yang sedang bekerja di ladang. Namun di tengah jalan karena lapar, Samosir memakan bekal yang seharusnya untuk ayahnya. Mengetahui hal itu Toba marah dan mengatakan bahwa Samosir adalah anak ikan.

Mendengar aduan anaknya, sang ibu kemudian menyuruh anaknya untuk mencari gunung yang paling tinggi dan menangis sekerasnya. Tidak lama kemudian, hujan pun turun dan membanjiri daerah mereka. Sang ayah Toba yang sedang bekerja tidak dapat melarikan diri dan akhirnya tewas tenggelam. Sementara sang ibu berubah kembali menjadi seekor ikan.

Sementara gunung tempat Samosir berlindung menjadi sebuah pulau di tengah danau. Pulau itu dinamakan Pulau Samosir. Sedangkan danaunya dinamakan Danau Toba.

3. Pulau Belitung

Legenda yang diturunkan oleh orang tua menceritakan bahwa suatu ketika di Pulau Belitung ada salah satu raja yang memiliki putri yang cantik nan jelita. Namun sayang memiliki penyakit kelamin. Raja dan ratupun mengadakan sayembara untuk menyembuhkan penyakit anaknya.

Tetapi tidak ada yang berhasil menyembuhkan putri. Raja pun kemudian mengasingkan sang putri di hutan dengan ditemani oleh seekor anjing. Mereka hidup hanya berdua. Suatu hari sang putri didapati hulu balang raja dalam keadaan hamil. Yang kemudian membuat sang raja marah. Rajapun berdoa kepada dewa untuk menghancurkan tanah tempat putri tinggal.

Hujan dan petir kemudian terjadi di sekeliling putri dan anjingnya. Tanah itupun lama kelamaan retak dan terpisah dari Pulau Bali. Tanah yang terpisah diombang ambingkan oleh ombak hingga sampai kedekat Pulau Sumatera. Ada dua nelayan yang melihat tanah itu, kemudian menancapkan jangkar hingga tanah itu tidak kemana-mana. Tanah itulah yang dinamakan sebuah Pulau Belitung.

4. Pulau Bali

Bali awalnya daratan yang tergabung dengan Pulau Jawa. Berawal dari sebuah kisah brahmana yang bernama Sidi Matra yang sangat kaya dan memiliki anak yang suka berjudi yang bernama Manik Angkara. Sang anak akhirnya menaruhkan seluruh kekayaan orang tuanya sampai habis lalu berhutang pada orang lain.

Melihat kesulitan yang dihadapi anaknya, konon atas petunjuk sang Hyang Widi, Sidi matra menemui naga sakti penjaga harta karun di kawah Gunung Agung setelah hutang terbayar atas bantuan naga. Sayangnya, Manik Angkara tetap suka berjudi.

Demi harta sang anak menemui sendiri sang naga dan berhasil menipu. Karena marah, naga sakti pun membakar Manik Angkara hingga meninggal. Sidi Matra pun memohon kepada naga sakti untuk menghidupkan kembali anaknya. Dan naga pun mengabulkan permintaan Sidi Matra.

Setelah keinginannya terwujud, dengan kesaktiannya Sidi Matra mengeluarkan mata air di antara tempat dia berdiri dengan anaknya agar sang anak hidup terpisah dengan orang tuanya. Lama kelamaan tanah ia berdiri dipisahkan oleh air. Dan membentuk sebuah pulau kecil, dan yang terbentuk itu adalah Pulau Bali. 

5. Pulau Nusa Kambangan

Selama ini Pulau Nusa Kambangan dikenal angker karena ada sebuah penjara untuk narapidana kelas kakap. Menurut legenda, pulau yang disebut alcatraz-nya Indonesia ini menyimpan legenda yang menarik. Bermula dari seorang raja yang bernama Prabu Aji Pangoso yang disegani rakyatnya. Namun kesaktiannya tersaingi oleh petapa bernama Resikano.

Mendengar hal itu Prabu Aji berniat untuk menyingkirkan Resikano. Mendengar rencana itu Resikano lari meninggalkan kerajaan dan bersembunyi di sebuah pulau sambil bersemedi. Namun ia tetap tewas oleh Prabu Aji Pangoso. Setelah membunuh Resikano, Prabu Aji Pangoso dikejutkan oleh suara gemuruh yang memanggil sang raja. Bersamaan dengan itu jasad Resikano menghilang dan berganti dengan seekor naga. Prabu Aji Pangoso-pun melontarkan panahnya dan mengenai jantung sang naga.

Tubuh naga hilang berganti dengan wanita cantik. Wanita ini ternyata bernama Dewi Wasowati, sang wanita kemudian berterima kasih pada Prabu Aji Pangoso karena telah membebaskan dirinya. Sebagai ganti balas budinya Dewi Wasowati memberi seuntai bunga Wijaya Kusuma yang konon bisa menurunkan raja raja yang berkuasa di tanah Jawa. Pulau itupun dinamakan Pulau Nusa Kambangan yang artinya pulau yang ditumbuhi bunga- bunga liar.

6. Pulau Weh

Pulau Weh merupakan pulau paling ujung Sumatra, Salah satu pulau terluar di Indonesia. Pulau ini termasuk pulau daerah istimewah Aceh. Menurut legenda pulau ini aslinya menyatu dengan Pulau Sumatra. Namun suatu hari, terjadi gempa bumi dan hujan yang turun berhari-hari.

Daratan paling ujung Sumatera lalu patah dan membentuk sebuah pulau yang tandus dan gersang. Lalu ada seorang putri yang jelita meminta kepada Tuhan agar Pulau Weh tidak gersang agar penduduknya bisa hidup di tanah itu. Putri pun membuang semua perhiasannya kelaut untuk sesajen doanya itu. Tuhan mendengar doanya, Hujan kembali turun dengan derasnya.

Karena hujan deras itulah terbentuk sebuah danau di Pulau Weh yang dinamakan anak laut. Putri itu pun terjun ke dasar laut dan menjadi Pulau Rupiah yang letaknya berdekatan dengan Pulau Weh. Sementara perhiasan- perhiasan yang dibuang sang pitri berubah menjadi terumbu karang yang indah yang mengelilingi Pulau Weh. 

 

End of content

No more pages to load