Ilustrasi (Istimewa).

Ilustrasi (Istimewa).



MALANGTIMES - Besok, Badan Pengawas Pemilu dan Gakkumdu (Sentra Penegakan Hukum Terpadu) akan memulai patroli di daerah rawan kecurangan di Kota Malang. Terutama terhadap potensi money politic di beberapa titik yang sudah dipetakan sebelumnya.

"Kami patroli bersama jajaran kepolisian dan kejaksaan seperti sebelumnya, menyisir daerah yang rawan mulai 13 April (besok; red)," kata Ketia Bawaslu Kota Malang, M. Alim Mustofa pada wartawan baru-baru ini.

Dia menjelaskan, sebelum melakukan patroli, akan terlebih dulu dilakukan apel pengawasan secara serentak pada Jumat (12/4/2019) ini. Selanjutnya tim patroli dapat menyiapkan diri dan memantau setiap titik kerawanan yang sudah ditetapkan.

Menurut Alim, tim patroli akan bergerak mengelilingi kawasan rawan money politic dengan menggunakan lima kendaraan roda empat secara beriringan dan bersamaan. Menjelang H-1 Pemilu, tim akan dipecah untuk menyisir wilayah yang berbeda.

"Dilihat kebutuhannya, nanti ada juga yang dipecah untuk sisir daerah rawan lainnya. Kami terus bergerak seperti saat Pilkada kemarin," jelas Alim.

Dia pun berharap agar pengawasan tak hanya dilakukan oleh Bawaslu dan jajaran pengawas saja. Tapi juga oleh masyarakat sendiri. Karena potensi money politic di Kota Malang berdasarkan survei yang dilakukan cukup tinggi, yaitu mencapai 20 persen.

Dari survei sebelumnya, potensi money politik sering terjadi sesaat sebelum pencoblosan, bahkan sesudah pencoblosan. Praktik tersebut banyak dilakukan di rumah calon pencoblos. Penerima berasal dari kalangan lulusan sekolah dasar (SD) hingga pasca sarjana. 

 

End of content

No more pages to load