Tangkapan layar unggahan akun resmi Khofifah Indar Parawansa terkait kasus Audrey. (Foto: Dokumen MalangTIMES)

Tangkapan layar unggahan akun resmi Khofifah Indar Parawansa terkait kasus Audrey. (Foto: Dokumen MalangTIMES)



MALANGTIMES - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa turut berkomentar terkait kasus bullying atau perundungan yang dialami Audrey, siswa asal Pontianak. 

Melalui akun instagram resminya, @khoflfah.ip mengingatkan peranan orang tua sekaligus para remaja untuk tidak menjadi bucin alias budak cinta. 

"Kasus penganiayaan dan bullying Audrey di Kalimantan Barat membuat hati saya sebagai seorang lbu miris dan terenyuh. Apalagi pengeroyokan tersebut dipicu hanya karena masalah percintaan," tulis Khofifah. 

Gubernur perempuan pertama di Jatim itu juga mendoakan agar kondisi Audrey segera membaik. 

Kasus ini, lanjut Khofifah, menjadi peringatan kepada semua pihak bahwa peranan orang tua dalam tumbuh kembang anak di lingkungannya sangatlah vital. 

"Fenomena remaja yang mudah marah dan tersulut emosi, serta agresif, tidak lepas dari lalainya peran orang tua dalam menanamkan nilai-nilai luhur sejak dini," tuturnya. 

Menurut Khofifah, faktor kesibukan berpengaruh pada kuantitas dan kualitas orang tua dalam membimbing anak. 

"Kebanyakan sibuk dengan pekerjaan, sehingga absen akan kewajiban mengajarkan anak tentang empati, gotong royong dan toleransi," ujar mantan Menteri Sosial RI Kabinet Kerja itu.

Dia juga menuliskan pesan khusus bagi para remaja. 

"Buat kalian Millenial dan Gen Z, jangan jadi mahluk 'Bucin' alias budak cinta yang romantis tapi nalarnya tipis karena rela tenggelam dan berbuat apapun hanya demi cinta. Hidup juga harus realistis karena bisa jadi berujung pada penyesalan seperti kasus Audrey ini. Matur nuwun," tegasnya.

Khofifah pun turut menyertakan sejumlah tagar yang tengah populer. Di antaranya yakni #justiceforaudrey #stopbullying #toleransi #empati #respect #gotongroyong #millenial #genz #indonesiaharmoni #jatimharmoni. 

 

Dalam kurun tujuh jam sejak diunggah, hingga pukul 18.30 WIB hari ini (11/4/2019) postingan tersebut disukai lebih dari 4 ribu kali dan mendapat beragam komentar. Misalnya dari pemilik akun @denis_decoration. 

"Sudah saatnya TV swasta tidak menayangkan sinetron-sinetron remaja yang tidak mendidik yang dapat ditiru di dalam dunia nyata remaja-remaja kita," tulisnya.

Juga dari pemilik akun @reza_alhakam yang mengapresiasi unggahan Khofifah. 

"Mantap Bu. Semoga dengan kasus ini menjadikan kita lebih dewasa dan bijaksana. Saya pribadi berharap masyarkat tidak terlalu larut dengan permasalahan ini. Hukum sosial sudah diterima pelaku, rasanya sudah cukup memberi efek jera kepadanya, dalam ilmu sosiologi kita tidak bisa memilih salah satu pihak saja," tulisnya. 

"Perkembangan pelaku dan masa depan pelaku juga perlu diperhatikan. Namun jalur hukum perlu dijalankan dan ditegakkan, sesuai undang-undang yang berlaku. Ke depannya nilai norma mulai ditingkatkan dan dipahami semoga tidak terjadi kasus kemanusiaan ini," urainya.

End of content

No more pages to load