Foto ilustrasi (ist)

Foto ilustrasi (ist)



MALANGTIMES - Satu lagi kontribusi yang akan dilakukan UIN Maulana Malik Ibrahim atau UIN Maliki Malang kepada masyarakat adalah mendirikan laboratorium Alquran. Laboratorium Alquran ini adalah suatu lembaga untuk mengkaji Alquran.

Seperti yang sudah diketahui, UIN Maulana Malik Ibrahim sendiri memang dikenal sebagai pelopor dalam upaya untuk mengintegrasikan antara sains, teknologi, seni, dan agama.  Nah, menurut Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Prof Dr Abdul Haris MAg, hasil penelitian dalam laboratorium ini akan diimplementasikan ke dalam kehidupan masyarakat.

"Ajaran-ajaran yang ada di dalam Alquran dikaji dengan serius dan dieksperimenkan untuk kemudian disosialisasikan dan dikembangkan untuk masyarakat luas," ujar Haris kepada MalangTIMES saat ditemui di kantornya, Kamis (11/4).

Dikatakan Haris, laboratorium Alquran ini didirikan UIN Malang lantaran melihat bahwa sesungguhnya Alquran adalah kitab suci yang diturunkan oleh Allah kepada Nabi Muhammad untuk umat manusia agar bisa diimplementasikan dalam kehidupan.

Fungsi Alquran, ungkap Haris, tidak hanya dalam bidang ritual ibadah dan sejenisnya, namun juga dalam bidang muamalah. Misalnya tata kelola ekonomi, tata kelola pemerintahan yang baik, sosial, dan pendidikan.

"Nah semuanya itu nanti dikaji di laboratorium Alquran. Hasilnya nanti akan diimplementasikan dalam kehidupan masyarakat luas," katanya.

Kegiatan mengkaji, mempelajari, dan meneliti Alquran ini diperlukan agar semua ajaran Alquran bisa diimplementasikan dalam kehidupan, utamanya di Indonesia yang masyarakatnya plural dan beragam ini.

"Contoh di Indonesia ini ada berbagai budaya, berbagai agama, dan lain sebagainya, tapi bagaimana Alquran masih tetap bisa diterapkan di masyarakat yang plural ini," jelasnya.

Banyak hal yang diteliti dalam laboratorium Alquran nanti. Misalnya mengenai pengelolaan ekonomi yang bagus menurut Alquran, bagaimana menjaga keseimbangan alam agar tidak ada eksploitasi, atau bisa juga tentang kesehatan, pendidikan, dan lain sebagainya. Semua itu nanti diambil dari Alquran dan diujicobakan. Apabila sudah mendapat formula yang bagus, langkah selanjutnya adalah menyosialisasikannya ke masyarakat.

"Itu semua ada di dalam Alquran. Tetapi perlu dikaji di laboratorium Alquran ini agar bisa diterapkan dalam kehidupan manusia. Sosialisasinya melalui berbagai cara. Miisalnya melalui dakwah, melalui ceramah, bisa tulisan, bisa pelatihan, bisa pendidikan, dan lain-lain," bebernya.

Laboratorium Alquran ini nanti akan menjadi semacam pusat studi Alquran pertama yang kajiannya tidak hanya dikonsumsi dunia akademik atau sekitar kampus saja, namun diterapkan ke kehidupan nyata. "Pendekatannya akademik tetapi upaya ini harus bisa diterapkan dalam kehidupan nyata. Oleh karena itulah, namanya laboratorium. Seperti laboratorium yang lain ada uji coba," pungkasnya.

End of content

No more pages to load