Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri SIK SH MH (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri SIK SH MH (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 yang kurang enam hari lagi, polisi terus berupaya meningkatkan pengamanan. Polisi memberikan atensi pengamanan, utamanya pada titik-titik rawan.

Titik-titik kerawanan tersebut yakni tempat pemungutan suara (TPS) yang letak atau lokasinya berdekatan dengan kediaman salah satu calon legislatif. Juga  TPS yang dekat dengan posko pemenangan salah satu pasangan calon presiden.

Bentuk kerawanan misalnya adanya money politics ataupun masalah terkait rekapitulasi suara yang bisa saja terjadi kecurangan. Selain itu, bisa saja ada masyarakat yang datang dari tempat lain sengaja untuk melakukan pencoblosan namun tak membawa form A5 dan berniat membuat suasana rusuh.

"Tempat-tempat tersebut kami anggap rawan. Namun tingkat kerawanan bukan masuk rawan sekali. Tapi itu tetap kami berikan atensi. Tetap kami pantau. Kami  juga akan selalu kordinasi dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu)," ungkap Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri SIK SH MH (11/4/2019).

Meskipun belum disebut secara jelas berapa jumlah TPS yang dekat dengan kediaman para caleg ataupun dekat dengan posko pemenangan salah satu paslon, pihak kepolisian akan memberikan pengaman lebih pada tempat - tempat rawan tersebut.

"Untuk kecamatan yang paling rawan di Kota Malang, tidak ada. Semua sama, tetap menjadi atensi dari pihak kepolisian dan unsur lainnya," tandas kapolres.

Untuk upaya pengamanan, Polres Malang Kota nantinya akan menerjunkan 826 personel. Jumlah itu akan disebar ke seluruh kecamatan di Kota Malang. Tak hanya dari pihak kepolisian. Pihak TNI juga akan bergabung ikut memberikan pengamanan dengan menerjunkan dua satuan setingkat kompi (SSK).

"Ada juga dari linmas yang itu melekat di TPS, bantuan satpol PP dan elemen lain yang membantu secara swakarsa. Namun yang jelas, polisi selalu standby untuk melakukan pengamanan," pungkasnya.