Proses penurunan tiang SUTR oleh petugas PLN. (foto istimewa)

Proses penurunan tiang SUTR oleh petugas PLN. (foto istimewa)



MALANGTIMES - Sebuah tiang beton saluran udara tegangan rendah (SUTR) milik PLN  roboh dan menopang ke salah satu tiang milik Telkom. Tiang listrik roboh itu berlokasi di Jalan Klayatan Gang 1, Bandungrejosari, Kecamatan Sukun, Kota Malang.

Robohnya tiang SUTR tersebut, menurut Putra Adi W. -superviser teknik ULP PLN  Kebon Agung- karena adanya truk bermuatan tinggi yang melintas ke arah selatan. Ketika melintas di lokasi tersebut, muatan truk tersangkut kabel tiang SUTR. Akibatnya, kabel tertarik dan tiangnya patah.

"Infonya kabel yang melintang di atas jalan ini tertarik truk bermuatan tinggi. Akhirnya tiang SUTR-nya patah," kata Putra ketika ditemui MalangTIMES di lokasi Kamis (11/4/2019).

 Akibat kejadian tersebut, pintu masuk Klayatan Gang 1 harus ditutup sementara  karena alasan keamanan. Ditakutkan tiang beton yang patah itu roboh menimpa warga yang lewat.

Meski tiangnya patah, Putra mengatakan bahwa aliran listrik dari SUTR yang menuju ke daerah Klayatan Gang 1 masih normal. Namun hanya sebuah warung bakso yang harus mengalami pemadaman listrik lantaran kabel PLN yang menuju ke warung tersebut putus.

Namun, ia mengatakan bahwa timnya saat ini sedang dalam proses tindak lanjut penggantian tiang tersebut. Namun, penggantian tersebut  belum bisa dilaksanakan. Pasalnya, PLN tidak mendapat izin dari pemilik lahan terkait pemasangan tiang.

"Penggantian tiang masih belum bisa dilakukan. Pemilik lahan tidak memberikan izin penggunaan lahannya untuk pemasangan tiang SUTR ini," ujar Putra.

Meskipun demikian, Putra dan timnya tetap akan menurunkan tiang yang patah tersebut agar tidak membahayakan masyarakat sekitar yang akan melintas di pintu masuk gang tersebut. Untuk kabel  tiang tersebut, ada dua opsi untuk proses pengamanan. Yakni digantungkan ke tiang milik Telkom ataupun digantungkan di tembok rumah warga.

"Tiang tetap kami turunkan. Tapi tidak bisa melakukam pergantian dulu. Tidak dapat izin dari pemilik lahan. Nanti mungkin kami numpang di tiang Telkom atau bisa ditempel," ungkapnya.

Sementara itu, tidak ada saksi yang mengetahui kronologi kejadian tersebut. Hanya, seorang warga mengatakan kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 08.00 WIB pagi.

"Saya tidak tahu kronologi kejadiannya. Tahu-tahu terdengar suara duarrr gitu saja. Pas saya lihat, tahu-tahu sudah roboh." ujar seorang warga yang tidak mau disebut namanya.

Putra mengatakan, adanya suara ledakan tersebut dikarenakan  kabel yang menempel. Namun, hal tersebut tidak berdampak pada aliran listrik yang menyebabkan pemadaman.

Pemasangan tiang pengganti SUTR sendiri  akan dikoordinasikan dengan pihak PLN  area. "Sedangkan satu warung yang padam langsung kami tangani. Yang penting, masyarakat aman dulu" pungkasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, penurunan tiang listrik masih terus berlangsung dan ditargetkan hari ini  selesai.

End of content

No more pages to load