Salah satu massa saat menyerang petugas dalam Sispamkota di Polres Batu, Kamis (11/4/2019). (Foto: istimewa)

Salah satu massa saat menyerang petugas dalam Sispamkota di Polres Batu, Kamis (11/4/2019). (Foto: istimewa)



MALANGTIMES - H-6 jelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 pada 17 April mendatang, money politics (politik uang) terendus di wilayah Kota Batu. Pelakunya calon legislatif DPRD Kota Batu dapil II bersama empat warga Desa Oro-Oro Ombo.

Mengetahui hal tersebut, Gakkumdu (Penegakan Hukum Terpadu) bersama Kejaksaan Negeri Kota Batu dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) langsung menggerebek di Jalur Lingkar Barat (Jalibar), yakni di Warung Kopi Brodin Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Batu, Kamis (11/4/2019).

Kelima pelaku itu langsung digiring ke Polres Batu. Penangkapan itu terjadi bermulai dari adanya informasi daru masyarakat yang mengetahui adanya praktik pemberian uang dari caleg DPRD Kota Batu. Uang itu diberikan kepada masyarakat yang sedang asyik ngopi di warung tersebut. 

 Tidak hanya di satu lokasi. Gakkumdu juga mengamankan pelaku di tempat pemungutan suara (TPS) 14 Klangon, Desa Bendosari, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang.

Adanya aksi ini diketahui dari informasi petugas pengawas PTPS.  Saat berada di area itu dibarengi dengan kericuhan, masyarakat dihadang sebuah kelompok saat akan melakukan  hak pilihnya di TPS. 

Kericuhan itu pun tidak bisa diredam dan semakin semakin memanas. Membuat tim pengendalian massa (dalmas) harus turun  untuk mengamankan kerusuhan tersebut.  

Aksi massa itu pun tetap tak teredam dan semakin brutal. Alat tumpul dan senjata gas air mata pun akhirnya dikeluarkan. Hingga Polres Batu menggunakan  peluru tajam untuk melumpuhkan satu warga. 

Massa juga melakukan penyanderaan kepada salah warga di dalam rumah. Hingga akhirnya tim taktis mampu menyelamatkan korban tersebut. 

Hanya, kejadian tersebut merupakan simulasi sistem pengamanan kota (sispamkota) di halaman Polres Batu, Kamis (11/4/2019). Kapolres Batu AKBP Budi Hermanto mengatakan, sispamkota itu dalam rangka menghadapi potensi gangguan kamtibmas selama tahapan pemilu tahun 2019 di wilayah hukum Polres Batu.

“Ini merupakan upaya untuk melatih ketangkasan menambah wawasan kepada masyarakat dan anggota keamanan yang bertugas melakukan pengamanan Pemilu 2019,” kata pria yang akrab disapa Buher ini. 

Adanya sismpakota ini bertujuan agar tahu apa yang harus dilakukan saat terjadi keributan ataupun hal yang tidak diinginkan saat pemilu. “Ya semoga 17 April mendatang tidak ada hal-hal tidak diingnkan itu terjadi. Semoga berjalan lancar dan kondusif,” tutupnya. 

Sispamkota ini juga dihadiri oleh Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko, Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso, Ketua DPRD Kota Batu Cahyo Edi Purnomo, Ketua Bawaslu Abdur Rochim, Ketua KPU Saifudin Zuhri, dan sejumlah kepala organisasi perangkat daerah Pemkot Batu.

End of content

No more pages to load