Screenshoot facebook (istimewa)

Screenshoot facebook (istimewa)



MALANGTIMES - Tidak hanya seniman saja yang dituntut untuk senantiasa kreatif dalam membuat karya seni. 

Namun para pelaku tindak kejahatan saat ini, sepertinya juga semakin kreatif dalam melancarkan aksinya. Salah satunya para pelaku pemerasan.

Seperti kehebohan yang terjadi di jagat maya beberapa hari ini. 

Ketika beraksi, pelaku menggunakan modus dengan cara menghubungi calon korbannya, yang kebanyakan kaum perempuan.

Seperti yang dikeluhkan oleh akun facebook yang bernama Syiifa Aulia. 

“Ini benerannnnnnnnn. Kemarin2 cuma baca2 yang pda (pada) jadi korban. Skrg (sekarang) malah jadi korban. Untung masih inget masih waspada langsung arahin kamera keatas. Slalu (selalu) waspada buat para cewek2. Jgn (jangan) asal angkat vcan nomor gak dikenal ya. Kalopun mau angkat kameranya usahain jgn diarahkan kemuka. Masih merinding yaAllah. Kalo info ini penting gpp dishare. Supaya lebih banyak perempuan2 yg waspada,” tulisnya dalam postingan di akun pribadinya pada 6 april lalu.

Dari pantauan MalangTIMES, hingga Rabu (10/4/2019) malam, postingan tersebut sudah menuai tanggapan lebih dari 8,2 ribu warganet. 

Bahkan sudah ada 5,4 ribu akun yang menjejali di kolom komentar. 

Selain itu, postingan yang sempat viral tersebut juga sudah dibagikan sebanyak 65,5 ribu.

Sebagai informasi, modus baru pemerasan ini, berawal dari seorang pelaku yang menghubungi calon korban melalui video call (VC) pada layanan WhatsApp. 

Diharapakan calon korban yang mendapat panggilan video tersebut, secara spontan akan mengangkat telepon misterius tersebut.

Jika korban yang disasar mengarahkan mukanya ke arah kamera pelaku yang masih belum diketahui identitasnya tersebut, akan menunjukkan (maaf) kemaluan pria ke arah kamera. 

Ketika itulah, pelaku seketika menscreenshot layar smartphone miliknya.

Bermodalkan jepretan gambar itulah, sang pelaku bakal mengancam menyebarkan foto tak senonoh tersebut. 

Jika tidak ingin hal itu terjadi, pelaku bakal melakukan pemerasan terhadap korbannya.

Praktik semacam ini ternyata sudah menelan banyak korban. 

Pengakuan para sasaran pelaku, memang kebanyakan seorang perempuan. 

Seperti pengakuan yang disampaikan di kolom komentar postingan Syiifa Aulia.

“Gua pernah tapi gua angkat dgn kamera gua tutup (saya pernah jadi korban tapi saya angkat VC dengan kamera yang sengaja saya tutup,” tulis akun facebook bernama Suci Juwiita.

Berangkat dari keluhan warganet itulah, wartawan kemudian mencoba untuk mengkonfirmasi Kabag Humas Polres Malang, AKP Ainun Djariyah. 

Kepada MalangTIMES pihaknya menghimbau agar masyarakat, khususnya yang ada di Kabupaten Malang agar tetap waspada, akan modus pemerasan semacam itu. 

“Modus seperti ini terbilang baru, pelakunya bisa dijerat pasal berlapis. Selain pemerasan juga pelecehan seksual,” terang Ainun, Rabu (10/4/2019) malam.

Perwira polisi dengan pangkat tiga balok di bahu itu menjelaskan, jika sementara ini di wilayah hukum Polres Malang belum ada laporan, terkait pemerasan dengan modus baru tersebut. 

Meski demikian, anggota polri yang identik menggunakan kerudung itu, berpesan agar jangan segan-segan melaporkannya ke polisi jika memang menjadi korban. 

“Laporkan saja jika memang mengalami tindakan semacam itu, nanti akan segera kami tindak lanjuti,” pungkasnya.

End of content

No more pages to load