Kedua tersangka kasus pencurian dengan modus ban kempes yang terpaksa ditembak kedua kakinya karena melawan saat diamankan, Kabupaten Malang (Foto : Istimewa)

Kedua tersangka kasus pencurian dengan modus ban kempes yang terpaksa ditembak kedua kakinya karena melawan saat diamankan, Kabupaten Malang (Foto : Istimewa)



MALANGTIMES - Jajaran kepolisian Satreskrim Polres Malang berhasil meringkus jaringan pencuri, yang menggunakan modus ban kempes ketika beraksi. 

Dua orang tersangka yang ditangkap, terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas lantaran melakukan perlawanan saat hendak diamankan petugas, Selasa (9/4/2019) malam.

Kedua pelaku pencurian yang menyasar para nasabah bank ini, diketahui bernama Rifai, warga Dusun Genitri, Desa Kedungrejo, Kecamatan Pakis. 

Pria yang kini berusia 48 tahun itu, bertugas membuntuti dan mengawasi korban dengan mengendarai sepeda motor Suzuki Satria FU.

Sedangkan seorang tersangka lain, bernama Sugeng Handoyo, warga Dusun Dawuhan, Desa Pamotan, Kecamatan Dampit. 

Pria yang kini berusia 40 tahun itu, berperan membuntuti korban dengan mengendarai sepeda motor Honda Vario. 

Selain itu pihaknya juga bertugas sebagai eksekutor, yakni mengambil barang milik korban yang berada di dalam mobil sasarannya. 

“Kasus ini masih dalam proses pengembangan,  diduga kuat jaringan pencurian dengan modus ban kempes ini melibatkan banyak pelaku. Sementara masih dua tersangka yang berhasil diamankan, sedangkan sisanya masih berstatus buronan,” kata Wakapolres Malang Kompol Yhogi Setiawan, Rabu (10/9/2019).

Berdasarkan pendalaman MalangTimes, komplotan pencuri yang menggunakan modus ban kempes ini, memiliki jaringan yang beranggotakan sekitar delapan orang. 

Pelakunya diketahui berasal dari berbagai wilayah baik dari Kabupaten Malang, Blitar kota hingga Jakarta.

Sedangkan ketika beraksi, komplotan yang marak meresahkan masyarakat ini juga dilakukan dibeberapa kota/kabupaten yang ada di Jawa Timur.

Temuan wartawan ini juga dikuatkan dengan informasi adanya dua pelaku lain, yang sudah diamankan jajaran kepolisian Mapolres Blitar Kota. 

Keduanya diketahui bernama Dion Feri Saputra dan Topik. Mereka merupakan warga Kabupaten Rejang Lebong.

Tersangka atas nama Dion, selain bertugas untuk membuntuti korban dengan sepeda motor Suzuki Satria FU. 

Pria yang kini berusia 28 tahun itu, juga bertugas memasang paku pada roda mobil milik korban yang hendak disasar.

Sedangkan tersangka lain yaitu Topik bertugas masuk ke dalam Bank. 

Selain memastikan situasi tetap aman, pria yang kini berusia 30 tahun itu juga memantau para nasabah yang hendak mengambil uang.

Sementara empat pelaku lain, yang diketahui semuanya merupakan warga Jakarta ini, sedang dalam buronan polisi. 

Empat pelaku asal ibu kota ini bertugas mengawasi dan membuntuti korban dengan mengendarai mobil Honda Jazz.

“Dari tangan tersangka yang sudah diamankan, petugas mendapati beberapa barang bukti. Di antaranya dua unit sepeda motor milik pelaku, satu set kunci T yang sudah dimodifikasi, sembilan buah handphone, uang tunai hasil kejahatan senilai Rp 6,5 juta, beberapa buah paku rakitan (ranjau), serta berbagai barang bukti yang digunakan beraksi, turut diamankan,” terang salah satu anggota polri yang mewanti-wanti agar namanya tidak disebutkan ini.

Pihaknya menambahkan, penangkapan jaringan pencuri ini, berawal dari proses penyelidikan yang dilakukan polisi. 

Dimana anggota korps berseragam coklat ini, mendapat informasi jika tersangka atas nama Rifai terlibat kasus pencurian.

Hal itu sebenarnya sudah di curigai oleh para warga, yang selama ini jadi tetangga pelaku. 

Lantaran gerak-geriknya semakin mencurigakan, warga akhirnya melaporkannya ke pihak kepolisian.

Mendapat laporan, polisi langsung mengerebek yang bersangkutan saat berada dirumahnya.

Ketika itu, Rifai kedapatan sedang tidur. 

Sedangkan tersangka lainnya yang bernama Sugeng, berhasil diringkus polisi saat bersembunyi diatas plafon.

Dari keterangan mereka saat diintrogasi petugas, keduanya mengaku jika pihaknya memang terlibat pencurian dengan modus ban kempes bersama dengan dua orang temannya yang ditangkap di Polres Blitar Kota. 

Hasil pengembangan, diketahui bahwa komplotan ini sudah beraksi di 13 TKP.

Selain wilayah Kabupaten Malang seperti Turen, Dampit, Poncokusumo dan Gondanglegi, mereka juga beraksi di Mojokerto, Pasuruan, Blitar serta Kediri. Modusnya, yakni mencari calon korban dari para nasabah yang mengambil uang.

Dimana, salah satu pelaku masuk ke dalam bank dan berpura-pura melakukan transfer atau penukaran uang. 

Saat itulah, pelaku mengawasi nasabah yang menarik uang dengan nominal yang banyak. 

Setelah mendapatkan calon korban, mereka langsung berkoordinasi dengan pelaku lainnya, dan menyebutkan ciri-ciri sasarannya. 

Pelaku lain yang sudah menunggu, seketika membuntuti korban.

Jika melintasi lampu trafic light, pelaku bergegas memasang paku ke roda mobil korban.

Ketika mobil kempes dan berhenti, kawanan ini seketika menyikat uang dalam mobil korbannya. 

“Kasus ini masih pengembangan, termasuk memburu pelaku lain yang terlibat,” tutup anggota polisi yang enggan namanya ditulis dalam pemberitaan ini.

End of content

No more pages to load