MALANGTIMES - Jelang laga final Piala Presiden 2019 antara Arema kontra Persebaya, membuat Polri mengambil berbagai langkah antisipasi guna mengurangi insiden kericuhan. Salah satunya melakukan evaluasi dari laga pertama yang digelar di Gelora Bung Tomo, Surabaya.

Seperti diketahui, laga final pertama yang digelar di markas milik Persebaya, pada Selasa (9/4/2019). Terdapat bebrapa catatan dari pihak Polri, atas berjalannya laga yang diselenggarakan di Gelora Bung Tomo (GBT) tersebut.

“Ada beberapa hal yang perlu di evaluasi pada pertandingan yang diadakan di Surabaya. Diantaranya korban kecelakaan dan pembacokan,” kata Kepala Badan Intelijen dan Keamanan (Kaba Intelkam) Polri, Komjen. Pol. Unggung Cahyono.

Dalam agenda Rapat Koordinasi jelang laga antara Arema mengahadapi Persebaya, yang diadakan di gedung Sanika Satyawada Polres Malang, Rabu (10/4/2019). Unggung memberi atensi agar kejadian yang terjadi di Surabaya tidak terulang di Malang.

Perwira Polisi yang menyandang tiga bintang dibahu itu menjelaskan, saat laga dihelat di GBT. Terdapat insiden dimana seorang suporter diketahui meninggal dunia, lantaran terjatuh dari truk rombongan. Disaat bersamaan, ada kendaraan dibelakang truk, yang langsung menghantam tubuh suporter bonek tersebut. “Akibat insiden laka ini korban dinyatakan meninggal dunia,” imbuhnya.

Satu insiden lainnya yang tak kalah memprihatinkan adalah, pertikaian antar suporter sesama bonek. Parahnya, perselisian tersebut juga diwarnai aksi pembacokan. “Tersangka yang terlibat pembacokan sudah kami amankan,” tegasnya.

Tidak berhenti disitu saja, Unggung juga memberi atensi khusus untuk melakukan razia miras. Baik sebelum maupun saat laga berlangsung. Guna meningkatkan keamanan, pihaknya juga memberi instruksi agar akses jalan untuk menuju stadion Kanjuruhan diberlakukan satu arah. Baik saat sebelum pertandingan, maupun usai pertandingan digelar. “Diharapkan sebelum berlangsungnya laga, anggota aktif melakukan sosialisasi kepada seluruh elemen masyarakat terkait upaya pengamanan,” sambung Unggung saat dimintai keterangan dihadapan media.

Terakhir, saat penonton hendak memasuki lapangan. Harus terlebih dahulu dilakukan pengecekkan. Jika ada barang yang dapat memicu kericuhan, seperti miras, senjata tajam, dan berbagai atribut lain yang membahayakan serta dapat mengganggu berjalannya laga. Harus disita sebelum suporter masuk ke tribun lapangan. “Pada hari H, dihimbau agar di Malang sudah disterilkan dari kendaraan ber plat nomor L. Tujuannya untuk meminimalisir pemicu kericuhan,” terang Unggung.

Atensi semacam ini langsung diperintahkan oleh Kapolri. Meski saat ini sedang gencar-gencarnya pengamanan pemilu. Namun Kapolri Jendral Tito Karnavian, menaruh perhatian terhadap keamanan dan ketertiban (Kamtibmas) kepada Polda Jatim, terkait pengamanan laga final piala presiden 2019 antara Arema menjamu Persebaya. “Kemarin (Selasa) kami juga sudah melakukan pertemuan dengan suporter kedua tim (Arema dan Persebaya). Harapannya laga bisa berjalan kondusif, aman, dan lancar. Kami menghimbau kepada petugas yang melakukan pengamanan agar lebih mengedepankan tindakan persuasif dan simpatik bukan represif,” pungkasnya.