Menristekdikti Moh. Nasir (ristekdikti)

Menristekdikti Moh. Nasir (ristekdikti)



MALANGTIMES - Diduga kampanye di Universitas Brawijaya (UB) Malang, Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti  Moh. Nasir akan diperiksa Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Malang pada Jumat (12/4/2019) mendatang.

Hal itu berkaitan dengan dugaan pelanggaran pemilu yang dilakukan Nasir selaku aparatur sipil negara (ASN) saat melakukan kegiatan di UB pada 27 Maret 2019 lalu. Dugaan itu muncul saat ramai diperbincangkan oleh para mahasiswa di media jejaring sosial sesaat sesudah adanya kegiatan tersebut.

Koordinator Divisi Sengketa Bawaslu Kota Malang Rusmifahrizal Rustam menyampaikan, pihaknya akan melakukan pemeriksaan di Kantor Bawaslu RI  Jl Thamrin Jakarta pada Jumat (12/4/2019) mendatang. "Terkait dugaan itu, akan kami periksa Jumat mendatang," katanya kepada wartawan.

Berdasarkan laporan yang didapat, kuliah tamu yang berlangsung di Gedung Samantha Krida dengan tema Kebijakan Kementerian Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0 itu memuat ajakan memilih calon presiden nomor urut 01. Sebab, terdapat tagar 2019 pilih Jokowi hingga tagar lanjutkan dua periode.

Dalam kegiatan yang dihadiri kurang lebih empat ribu mahasiswa dan akademisi UB itu, Nasir juga meminta peserta melakukan scanning barcode yang di dalamnya terdapat poster pencapaian Presiden Joko Widodo. Dalam poster yang ada terdapat tulisan seperti #2019pilihjokowi dan #jokowilagi.

"Ada dugaan pelanggaran tentang pemilu. Kami sudah mempunyai semua alat-alat buktinya," jelas Rusmi.

Dalam aturan tersbut, ASN dilarang untuk memihak pada salah satu calon peserta pemilu. Bentuk dukungan dalam bentuk apa pun dilarang untuk dilakukan dan ASN diwajibkan untuk selalu bersikap netral dengan pilihannya sendiri.

"Kami sudah meminta keterangan kepada peserta yang ikut kegiatan tersebut dan beberapa bukti juga sudah kami kantongi," pungkasnya. 

End of content

No more pages to load