MALANGTIMES - Potensi market share perusahaan pialang berjangka di Kota Malang dinilai sangat tinggi. Hal itu dikarenakan jumlah nasabah dan transaksi dari beberapa perusahaan pialang yang ada terus menunjukkan tren positif.

Bahkan saat ini perusahaan pialang berjangka di Kota Malang mulai melirik kalangan mahasiswa, yang jumlahnya memang terus mengalami peningkatan cukup signifikan. Salah satunya seperti yang dilakukan perusahaan pialang berjangka, PT Bestprofit Futures (BPF) Malang.

"Tahun ini secara keseluruhan kami menargetkan pertumbuhan nasabah dan transaksi mencapai 20 persen. Kami juga menargetkan penambahan nasabah dari kalangan mahasiswa sebesar 20 persen," terang Pimpinan Cabang BPF Malang Andri pada wartawan, Rabu (10/4/2019).

Dia menjelaskan, 85 persen nasabah BPF Malang adalah warga Malang Raya sendiri. Sisanya tersebar di Jawa Timur seperti Banyuwangi, Blitar hingga Kediri. Selain itu juga ada yang berasal dari Jakarta, Kalimantan, hingga Papua.

"Mahasiswa juga menjadi target baru untuk mencapai target penambahan nasabah dan transaksi sepanjang 2019," jelasnya.

Berdasarkan data capaian, dia menjelaskan BPF Malang mencatatkan pertumbuhan positif sepanjang tahun 2018 lalu. Total volume transaksinya mencapai 53.507 lot atau meningkat 71,03 persen dari tahun sebelumnya. Sedangkan untuk nasabah baru mengalami pertumbuhan mencapai 28,18 persen, yakni sebanyak 141 nasabah.

"Peningkatan itu dikarenakan kepercayaan masyarakat untuk berinvestasi terus mengalami peningkatan, dan kami terus melakuan edukasi kepada masyarakat," imbuhnya.

Selain mahasiswa, potensi kontrak berjangka emas syariah sebelumnya juga disebut sangat bagus untuk diterapkan di Indonesia, dan Kota Malang sendiri. Karena Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar.

Direktur Utama Bursa Berjangka Jakarta Stephanus Paulus Lumintang sebelumnya menyampaikan jika kontrak berjangka emas menjadi salah satu produk yang kini masih dalam tahap untuk ditawarkan. Namun masih terpaksa mundur dilaunching lantaran terkendala beberapa aturan.

"Kalau tidak akhir tahun ini, maka awal tahun depan sudah dilaunching," jelasnya.

Ketika status hukum sudah jelas dan mendapat sertifikat dari pihak Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), produk syariah itu dapat ditawarkan. Termasuk salah satunya oleh BPF Malang sebagai layanan transaksi Sistem Perdagangan Alternatif di Bursa Berjangka Jakarta.

"Ketika kontrak syariah disetujui, BPF boleh perdagangkan. Jadi semuanya nunggu persetujuan dari pihak otoritas, dan setelah ada informasi serta SK baru kami boleh memperdagangkan. Dengan acuan BPF harus mengajukan akan memperdagangkan itu," tambah Direktur Utama PT Bestprofit Futures, M. Khusyen Azhari.