Wali Kota Malang Sutiaji dan Ketua TP PKK Kota Malang Widayati saat pemotongan tumpeng dalam peringatan HKG TP PKK. (Foto: Dokumen MalangTIMES)

Wali Kota Malang Sutiaji dan Ketua TP PKK Kota Malang Widayati saat pemotongan tumpeng dalam peringatan HKG TP PKK. (Foto: Dokumen MalangTIMES)



MALANGTIMES - Keberadaan program Rumah Solusi menjadi tawaran PKK Kota Malang untuk menyejahterakan warga melalui pemberian diskon kebutuhan pokok rumah tangga. Rencananya, program tersebut akan diperluas dari semula tingkat kota menjadi tingkat kecamatan dan kelurahan.

Hal tersebut disampaikan Ketua TP PKK Kota Malang Widayati Sutiaji di sela kegiatan Resepsi Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK Ke 47, Hari Kartini dan HUT Kota Malang Ke 105 di Kartini Imperial Ballroom, hari ini (10/4/2019). "Rumah Solusi sudah ada, ke depan seperti janji saya, akan segera membentuk koperasi wanita. Juga setelah ini, rumah solusi akan melebarkan sayapnya ke tingkat kecamatan dan kelurahan," ujar Widayati.

Istri Wali Kota Malang Sutiaji itu menjelaskan bahwa pengembangan Rumah Solusi merupakan upaya agar Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui TP PKK bisa memberikan pelayanan langsung pada masyarakat. Caranya, menjual bahan-bahan pokok kebutuhan rumah tangga dengan harga khusus atau sesuai harga grosir. "Harapannya, nanti masyarakat yang tinggalnya jauh dari Rumah Solusi tetap bisa membeli dengan harga grosir tetapi di dekat tempat tinggalnya. Artinya, Rumah Solusi akan lebih dekat dengan masyarakat," tuturnya.

Menurut Widayati, nantinya Rumah Solusi yang ada di tingkat kelurahan akan fokus pada penyediaan sembako dan kebutuhan harian. "Ini sedang ditata, tahun ini targetnya sudah terealisasi. Kami akan kerja sama dengan toko kelontong yang ada di kelurahan, supaya bisa membantu menjual bahan pokok dengan harga grosir juga untuk menggandeng Dinas Perdagangan Kota Malang," sebut mantan aparatur pemerintahan itu.

Agar program tersebut berkembang, anggota TP PKK sendiri diwajibkan untuk membeli kebutuhan di Rumah Solusi. Pasalnya, dari masyarakat luas masih belum banyak mengetahui manfaat berbelanja di tempat tersebut. "Dari masyarakat luar belum begitu banyak, hanya ketika ada even-even tertentu. Kami juga selalu publikasi. Ke depan, akan diberikan bonus khusus. Misalnya, belanja sekian kita beri bonus segini. Kami banyak didukung dari BP2D Kota Malang dan Bank Jatim supaya bisa memberikan bonus belanja yang banyak," tukasnya.

Sementara itu, Wali Kota Malang Sutiaji turut mendukung rencana pengembangan Rumah Solusi. "Yang sudah ada ini kita lanjutkan. Ketika sudah dilakukan oleh PKK, maka optimalisasi sudah bagus. Ini terlihat dr kegiatan sebesar ini hanya menghabiskan dana Rp 20 juta, padahal normalnya lebih banyak sampai Rp 150 juta. Artinya dia mampu menggandeng perbankan, stakeholder yang lain, dirangkul bersama," tutur Sutiaji.

Menurutnya, ke depan Pemkot Malang juga akan terus menerus menggenjot sinergitas. Terutama di momentum HKG yang secara nasional mengangkat tema Tingkatkan Kinerja yang Selaras dengan Program Pemerintah. "Contoh konkret, saat kami sosialisasi soal administrasi kependudukan melalui RT/RW cukup lama sampai. Tapi begitu melalui dasawisma, pokja di PKK itu relatif tidak banyak keluhan," pungkasnya.

End of content

No more pages to load