Hadi Santoso, saat keluar ruang pemeriksaan (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

Hadi Santoso, saat keluar ruang pemeriksaan (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)



MALANGTIMES - Kurang lebih satu jam lamanya diperiksa di ruang pemeriksaan di Polres Malang Kota, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Malang, Hadi Santoso terlihat santai dengan senyum khasnya.

Dengan santai Hadi Santoso, yang dulu pada 2015 merupakan Asisten II Pemkot Malang,  menjelaskan, jika pemeriksaannya kali ini masih terkait kasus suap APBD-P 2015.

Ia diperiksa penyidik KPK untuk menjadi saksi bagi Mantan Sekda Kota Malang, Cipto Wiyono yang saat ini statusnya sudah ditetapkan menjadi tersangka.

"Saksi untuk Pak Cip (Cipto Wiyono). Masih dalam kasus yang sama (Suap APBD-P 2015)," jelasnya.

Namun ia enggan menjelaskan lebih jauh, mengenai berapa pertanyaan dan apa tugasnya dahulu sebagai seorang asisten pada 2015 lalu.

"Kalau itu langsung ke tim pemeriksa saja. Kalau saya sudah dipanggil yang ketiga kali ini. Ya terkait APBD-P saja," pungkasnya.

Sementara itu, setelah keluarnya Soni, sapaan akrab Hadi Santoso, dari ruang pemeriksaan, sekitar pukul 14.00 wib, satu persatu saksi lain yakni Sekretaris Disdag Kota Malang Prihatin Wilujeng yang dulu merupakan Kabid Penataan Ruang DPUPPB, kemudian Sekretaris Disperkim Kota Malang yang merupakan mantan Sekretaris DPUPPB datang menuju ruangan pemeriksaan.  

Untuk mantan Kabid Bina Marga, Rahman Wijaya, yang sekarang merupakan Kabid Tertib Niaga dan Stabilitas Harga, keluar meninggalkan ruang pemeriksaan sekitar pukul 13.48 WIB.

End of content

No more pages to load