Kabid Tata Ruang Akui Diperiksa Kaitan Kasus Suap APBD-P 2015, Sekwan Mulyono Ditanya Perkenalan dengan Para Dewan

MALANGTIMES - Pemeriksaan saksi yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus berlangsung. Hingga saat ini, satu per satu saksi mulai datang.

Satu saksi, yakni Kabid Tata Ruang Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Malang Dahat Sihbagyanto keluar dari ruang pemeriksaan sekitar pukul 12.46 WIB. Sebelum itu, sekitar pukul 12.44  WIB, Kepala DPUPR Kota Malang Hadi Santoso datang memasuki ruang pemeriksaan dengan mengenakan batik dan langsung memasuki ruangan pemeriksaan.

Sementara, saat keluar, Dahat terlihat tergesa-gesa. Dia enggan menjelaskan lebih jauh mengenai agenda pemeriksaan saat dicecar sejumlah pertanyaan. Namun didesak lebih jauh, akhirnya Dahat mengaku jika agenda pemeriksaan ini merupakan lanjutan kasus yang terdahulu.

"Ya melanjutkan yang kemarin saja (kasus APDB-P 2015). Dulu kan sudah tiga kali ke sini, apakah ada perubahan atau tidak (keterangan saksi)," jelasnya.

Ditanya lebih jauh mengenai kemungkinan tersangka baru, Dahat enggan menjelaskan dan memilih langsung pergi. "Tanya langsung ke sana saja," ucapnya.

Sedangkan saksi Sekretaris DPRD Kota Malang Mulyono, ketika keluar dari ruang pemeriksaan untuk break salat, mengakui ditanya tiga penyidik dengan tiga pertanyaan. Salah satu pertanyaan tersebut soal kenal tidaknya dia dengan 45 anggota dewan. "Ya ditanya itu, kenal nggak sama anggota dewan yang 45. Ya saya jawab tahu," ungkapnya.

 Mulyono sendiri mengakui sudah kali kedua dipanggil  KPK. Saat itu, pemanggilan pertama di Kota Batu.

Ditanya lebih jauh apakah kenal dengan mantan Sekda Cipto Wiyono maupun apakah ada dokumen yang diminta penyidik, Mulyono mengaku tidak ada. "Tidak ditanya itu," pungkas dia.

Sementara itu, menjelang pukul 13.30 WIB, satu terperiksa lagi datang, yakni Kabid Tertib Niaga dan Stabilitas Harga, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Malang, Rahman Wijaya yang pada 2015 menjadi kepala bidang bina marga DPUPR.

Top