Helmi Siswanto dan Novianto Wijiprasetio, pelaku peredaran pil koplo beserta barang bukti saat diamankan polisi. (Foto : Humas Polres Malang for MalangTIMES)

Helmi Siswanto dan Novianto Wijiprasetio, pelaku peredaran pil koplo beserta barang bukti saat diamankan polisi. (Foto : Humas Polres Malang for MalangTIMES)



MALANGTIMES - Setelah jajaran unit Satreskoba Polres Malang berhasil mengamankan ratusan tersangka dan ribuan barang bukti narkoba. Kali ini giliran Unit Reskrim Polsek Dampi  yang meringkus tersangka jaringan narkoba yang berada di wilayah hukumnya, Senin (8/4/2019) malam.

Tersangkanya adalah Helmi Siswanto (29) dan Novianto Wijiprasetio (27). Keduanya merupakan warga Jalan Ir Rais, Kelurahan  Tanjungrejo, Kecamatan Sukun, Kota Malang. “Kedua tersangka kami ringkus setelah melakukan transaksi narkoba jenis pil double L,” kata Kapolsek Dampit AKP Amung Sri Wulandari, Rabu (10/4/2019).

Ketika diamankan saat berada di kawasan Jalan Raya Semeru Selatan, Kecamatan Dampit, polisi mendapati beberapa barang bukti dari tangan kedua tersangka. Divantaranya 6 ribu butir pil double L, 3 unit handphone serta uang hasil penjualan senilai Rp 635 ribu. “Tersangka yang diamankan ini merupakan seorang pengedar. Kasusnya masih kami dalami termasuk memburu jaringannya,” terang Sri.

Perwira polisi dengan pangkat tiga balok di bahu itu menambahkan, terungkapnya kasus ini bermula dari informasi yang didapat dari masyarakat jika di wilayah Kecamatan Dampit marak terjadi peredaran narkoba.

Mendapat laporan, beberapa personel kepolisian dikerahkan ke lapangan guna melakukan penelusuran. Hasilnya petugas mengamankan seorang pengguna yang berinisial GS, yang kedapatan memiliki pil koplo. Saat dimintai keterangan, GS mengaku jika pihaknya mendapatkan barang haram tersebut dari kedua tersangka. Yakni Helmi Siswanto dan Novianto Wijiprasetio.

Sedangkan dari penuturan kedua tersangka saat diamankan polisi, keduanya mengaku kalau selama ini mendapat pasokan dari seorang temannya yang berasal dari wilayah Kecamatan Dinoyo, Kota Malang.

“Atas perbuatanya, kedua tersangka dijerat dengan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan. Ancamannya 15 tahun kurungan penjara," pungkasnya.

End of content

No more pages to load