MALANGTIMES - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Malang memiliki peran dalam mendukung sukses dan lancarnya Pemilu  2019. Caranya melalui berbagai koordinasi sekaligus pemetaan potensi kerawanan yang bisa saja terjadi di akar rumput.

Walau sikap optimistis diperlihatkan Bakesbangpol beserta seluruh pihak terkait, kesiapsiagaan terus ditingkatkan. Baik melalui sinergitas yang semakin diperkuat di seluruh lini masyarakat sampai pada antisipasi-antisipasi lainnya.

"Tentunya kesiapsiagaan tetap ditingkatkan walaupun sampai saat ini dan selanjutnya ke depan kita optimis pemilu 2019 berjalan lancar dan aman," kata Bachrudin, kepala Bakesbangpol Kabupaten Malang, kepada MalangTIMES, Rabu (10/04/2019) di acara kesiapsiagaan dan gelar simulasi satlinmas di lapangan luar Stadion Kanjuruhan, Kepanjen.

Tapi, lanjut Bachrudin, untuk lebih menguatkan situasi kondusif menjelang hari pencoblosan 17 April mendatang, piihaknya juga mendorong seluruh elemen untuk tetap memegang dan melaksanakan 9 amanah dari menteri dalam negeri (mendagri).

"Sembilan pesan mendagri ini akan semakin membuat Pemilu 2019 berkualitas. Karena itu, kami dorong terus agar pesan itu bisa dilaksanakan juga oleh seluruh elemen di Kabupaten Malang," ujar mantan kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Malang itu.

Bachrudin melanjutkan, 9 pesan mendagri menghadapi Pemilu 2019 adalah menguatkan pemahaman terkait pemilu itu sendiri. Pemilu adalah agenda negara sesuai amanat konstitusi yang menjadi tugas bersama untuk menyukseskannya. Pesan  kedua, perlunya dukungan sosialisasi dari setiap tahapan-tahapan pemilu melalui berbagai cara. 

"Dukungan sosialisasi ini seperti media massa, alat peraga dan dialog yang bertujuan untuk meningkatkan jumlah partisipasi pemilih. Ini menjadi penting dalam menghasilkan pemilu berkualitas," urainya.

Ketiga, mewujudkan pemilu yang langsung, umum, bebas, dan rahasia (luber) jujur dan adil (jurdil) aman, demokratis, damai dan bermartabat. Pesan keempat terkait pentingnya sinergitas dan soliditas di antara pemangku kepentingan. "Untuk pesan ini kita bisa berbangga bahwa sinergitas seluruh pemangku kepentingan berjalan dengan baik," ujar Bachrudin.

Kelima, netralitas dan sikap tegas tanpa diskriminasi di kalangan TNI, Polri dan ASN. Sedangkan keenam, Mendagri mengingatkan perlunya deteksi dini dan pemetaan terhadap kemungkinan adanya gangguan keamanan, hoaks, provokator, kampanye fitnah, ujaran kebencian dan politisasi SARA.

Pesan berikutnya adalah responsif terhadap berbagai persoalan di masyarakat, melihat dinamika dan opini yang berkembang di masyarakat. Kedelapan, dalam menjaga kamtibmas harus dilibatkan tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda dan tokoh agama.

Untuk pesan terakhir patut diwaspadai ancaman teror dengan cara warga masyarakat aktif menjaga lingkungan dengan Siskamling.
"Sembilan pesan menndagri ini yang kita jadikan acuan dalam menghadapi pemilu 2019. Semoga juga seluruh elemen bisa mengaplikasikannya juga," pungkas Bachrudin.