MALANGTIMES - Tinggal sepekan, hari pencoblosan Pemilu 2019 akan menyapa seluruh masyarakat Indonesia. Berbagai keriuhan kampanye akan berujung di hari tersebut. Walaupun, tentu tidak secara mutlak keriuhan lain akan menyapa masyarakat Indonesia.

Ada kerawanan-kerawanan yang tentunya patut diantisipasi di hari H pemilu 2019 nantinya. Baik gesekan di akar rumput sampai pada persoalan tidak terimanya kontestan  atas hasil pemilu. 

Berbagai hal itu yang oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang dicoba untuk dipetakan sekaligus disimulasikan di lapangan luar Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Rabu (10/04/2019). Melalui acara kesiapsiagaan dan gelar simulasi satlinmas, berbagai antisipasi terkait kerawanan ditampilkan. Dari saat adanya penghadangan kotak suara, kericuhan di TPS, sampai pada adanya tindakan anarki oknum. Yakni dengan cara membakar TPS. 

Berbagai simulasi tersebut diperagakan dengan melibatkan satlinmas yang nantinya akan ikut serta dalam menjaga setiap TPS di Kabupaten Malang yang jumlahnya sebanyak 8.409 unit. Berbagai tindakan mencegah anarkisme oleh satlinmas yang berpadu dengan aparat keamanan lain tersebut mendapat apresiasi positif dari para tamu undangan.

"Kami mengapresiasi acara ini. Selain sebagai bentuk antisipasi nanti di lapangan, dengan acara ini, satlinmas juga memiliki pandangan terkait menyelesaikan persoalan kerawanan pemilu bila hal itu terjadi di lokasi TPS-nya masing-masing," kata Camat Wagir R. Ichwanul M. Rabu (10/04/2019) kepada MalangTIMES.

Seperti diketahui, menurut data Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Malang, walau seluruh wilayah tidak memiliki jejak rekam adanya kerusuhan dalam pemilu, antisipasi menjadi keharusan seluruh elemen yang ada di Kabupaten Malang. Bahkan, Bawaslu melansir 13 kecamatan yang masuk dalam kategori paling berpotensi terjadinya kerawanan dikarenakan politik uang. Yakni Ampelgading, Tirtoyudo, Dampit, Sumbermanjing Wetan, Pagak, Bantur, Kalipare, Gondanglegi, Singosari, Lawang, Pakis, Kasembon, dan Ngantang.

Melalui adanya kesiapsiagaan, khususnya satlinmas yang notabane warga sekitar TPS, akan menjadi pelindung adanya potensi-potensi kerawanan yang mungkin bisa terjadi di hati pencoblosan. "Kalau saya optimistis  Kabupaten Malang aman kondusif di pemilu 2019 ini. Tapi, sekali lagi acara ini menjadi penting sebagai bagian antisipasi dan teknik bagi satlinmas khususnya menghadapi segala yang mungkin bisa terjadi," ucap Ichwanul.

Hal ini pula yang dipertegas oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Malang Bachrudin. Dirinya menegaskan, seluruh koordinasi dan sinergi terus dilakukan oleh seluruh pihak di Kabupaten Malang dalam mengamankan Pemilu 2019.

"Kami bersama kepolisian dan TNI serta unsur masyarakat lain terus melakukan koordinasi intensif menghadapi pemilu 2019. Dan sampai saat ini seluruh jalannya kampanye tidak ada yang berpotensi menimbulkan kerusuhan," ujar Bachrudin.
Dirinya juga menegaskan,  adanya acara kesiapsiagaan dan gelar simulasi satlinmas ini sebagai bagian dalam sinergitas dan antisipasi terjadinya kerusuhan. "Tapi dari pemetaan kami selama ini, Insya Allah setiap pemilu apa pun selalu berjalan aman dan kondusif. Pemilu 2019 ini, juga kami optimistis semua berjalan lancar," pungkas Bachrudin.