tweet warganet yang minta tanggung jawab kepada Walikota Malang akibat baksonya hilang gara - gara jalan berlubang (screenshoot twitter)

tweet warganet yang minta tanggung jawab kepada Walikota Malang akibat baksonya hilang gara - gara jalan berlubang (screenshoot twitter)



MALANGTIMES - Adanya jalanan rusak di Kota Malang membuat geram sejumlah warga. Mereka pun mengutarakan kegeramannya itu melalui banyak cara. Mulai dari mencoret jalananan dengan tulisan, hingga memberikan tanda pada jalan berlubang dengan memberi tanaman, bahkan mengunggah status di berbagai media sosial. Salah satunya seperti aksiprotes dari salah satu warganet yang mengunggah statusnya melalui akun tiwitter miliknya @mprizHAH.

Dalam status yang diunggahnya tersebut, ia menuliskan keluhannya setelah bakso yang dibeli untuk neneknya tersebut hilang. Lantaran setelah ia melewati jalanan yang rusak di Kota Malang.

“Assalamualaikum wr wb Pak Sutiaji. Hari ini, 30 Maret 2019 saya beli bakso sayur untuk uti saya. Kemudian akibat jeglongan juweru

Yang tak terduga, bakso tsb hilang dari cantolan sepeda saya tanpa saya sadari. Tolong tanggung jawabnya.

Terimakasih @sutiaji1964”

Komentar tersebut banyak mendapat respon dari waganet lainnya yang melihat status dari akun tersebut. bahkan, ketika pemilik akun tersebut melihat akunnya mendapat banyak tanggapan ia lanjut mengomentarinya kembali dengan meretweet kembali akun milik Wali Kota Malang tersebut.

“Wah ditinggal mengaji udah pada rame nih. Jadi pak @sutiaji1964 tadinya aku ga bilang ke utiku kalo aku beli bakso :( gimana dong pak :( tanggung jawab dong :(“

Bahkan ada warganet yang juga berkomentar bahwa setelah melihat status tersebut, ia akan membayangkan nasib dari bakso sayur tersebut.

“Karena tweet ini setiap liat jeglongan saya membayangkan nasib baso sayur yang tidak berdosa tersebut” balasan tweet dari randomtalk @KunMuhammad dalam status @mprizHAH.

Hingga saat ini, status twitter yang menyindir jalanan rusak di malang tersebut mendapatkan 342 retwet dan mendapatkan like 91 dari warganet lainnya.

End of content

No more pages to load