Para pelaku pengeroyokan di Gadang melakukan rekonstruksi. (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

Para pelaku pengeroyokan di Gadang melakukan rekonstruksi. (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)



MALANGTIMES - Kasus pengeroyokan Suyono (34), warga Baran, Urek-Urek, Gondanglegi, Kabupaten Malang, menemui fakta baru saat rekonstruksi yang dilakukan polisi pada Selasa (9/4/2019). Para pelaku pengeroyokan hingga penusukan yang menyebabkan korban tewas ternyata terhasut oleh omongan  otak pengeroyokan, yakni AW (21) dan IBS (17).

Kedua otak pengeroyokan tersebut menyebut korban merupakan informan polisi yang menyebabkan salah satu keluarga AW dan IBS masuk penjara karena kasus narkoba.

Dari informasi yang didapat otak pengeroyokan dari medsosnya ini, kemudian keduanya mengajak teman-temannya untuk memberikan pelajaran kepada Suyono. Teman-temannya yang percaya dengan apa yang disampaikan AW maupun IBS selanjutnya mau untuk membantu menentukan pelajaran kepada korban.

"Yang lainnya hanya diikut-ikutan karena diajak otaknya ini. Mereka akhirnya juga menganggap korban ini salah (informan). Namun justru yang punya peran fatal malah temannya yang diajak ini yang menusuk korban," jelas Kasat Reskrim Polres Malang Kota AKP Komang Yogi Arya Wiguna.

Hal ini bisa dibilang salah sasaran. Sebab, infomasi yang didapat oleh pelaku tersebut  tidak benar atau bisa dikatakan hoax. Dari situ, para teman pelaku malah terhasut omongan otak pengeroyokan ini.

"Ini murni salah sasaran. Tuduhan ini juga tidak berdasar. Korban ini bukanlah informan. Berita ini nggak benar," ucapnya.

Kasat reskrim juga menjelaskan, saat ini barang bukti pisau yang digunakan pelaku ADY untuk menusuk korban belum bisa ditemukan. Sebab, setelah melakukan aksinya, pelaku membuang pisau yang digunakan menusuk ke sungai sebelah jembatan.

"Barang bukti pisau belum bisa ditemukan meski upaya pencarian telah dilakukan. Namun tidak masalah. Dari keterangan dan bukti lain, penyidik sudah cukup untuk memproses ke tahap selanjutnya," ujar dia.

Saat ini petugas terus melakukan pengejaran terhadap satu pelaku lainnya yang masih buron. Identitas pelaku yang kabur pun sudah diketahui berinisial KO. Peran KO dalam kasus tersebut juga ikut memukul korban.

End of content

No more pages to load