Wali Kota Malang Sutiaji usai menjalani pemeriksaan sebagai saksi di Aula Polresta Malang (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).

Wali Kota Malang Sutiaji usai menjalani pemeriksaan sebagai saksi di Aula Polresta Malang (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).



MALANGTIMES - Selain fee satu persen, Wali Kota Malang Sutiaji yang diperiksa sebagai saksi atas kasus korupsi di Kota Malang kembali mendapat pertanyaan terkait uang pokir (pokok pikiran), uang sampah hingga THR.

"Pertanyaannya masih sama seperti sebelumnya, hanya saja tersangkanya baru," katanya pada wartawan usai menjalani pemeriksaan sebagai saksi, Selasa (9/4/2019) di aula Polresta Malang.

Pria berkacamata itu menyampaikan, ia dipanggil sebagai saksi mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang, Cipto Wiyono. 

Sekitar tiga pertanyaan dilontarkan kepada dirinya.

"Tadi seputar pokir, THR, fee satu persen, dan uang sampah," imbuhnya.

Pertanyaan itu menurutnya masih sama, berkaitan dengan kasus APBD-Perubahan yang menjerat mantan Wali Kota Malang M Anton, mantan Ketua DPRD Kota Malang Arief Wicaksono, dan 40 lebih anggota DPRD Kota Malang.

Salah satu pertanyaan yang disampaikan kepadanya menurut Sutiaji adalah berkaitan dengan posisi dirinya saat pembahasan uang pokir. 

"Saya jawab saya ada di dalam ruangan. Tapi bukan untuk membahas pokir, tapi terkait APBD-Perubahan Jembatan Kedungkandang," terangnya.

Menurutnya, saat itu Jembatan Kedungkandang multiyears. Namun lantaran anggaran tak mencukupi, maka perlu ada pembahasan skenario baru agar proses pembangunan jembatan tersebut dicabut untuk sementara waktu.

"Saat itu telepon menggunakan nomornya Pak Wasto (sekarang Sekretaris Daerah Kota Malang) dan kemudian diserahkan ke Pak Bambang (mantan Ketua Komisi C DPRD Kota Malang) untuk meminta pendapat direktur anggaran. Dan dikatakan anggaran nggak ada, akhirnya di-close," jelasnya.

Sementara berkaitan dengan berkas cuti yang ia bawa dalam tahap pemeriksaan itu, Sutiaji menyampaikan jika itu merupakan surat cuti yang ia buat saat dirinya tengah menjalankan ibadah haji bertepatan dengan hari pelantikan Cipto Wiyono sebagai Sekretaris Daerah Kota Malang.

"Waktu Pak Cip dilantik kebetulan saat itu saya cuti," imbuhnya.

Sutiaji selesai menjalani pemeriksaan sekitar pukul 14.30 WIB. 

Sedangkan beberapa saksi lain yaitu Teddy Soemarna (Kabid Bina Marga Dinas PUPR Tahun 2015), Mantan Kasubag Perencanaan dan Keuangan DPU PPB Kota Malang Retno Anggiri Purwandani, hingga mantan Sekretaris BPKAD Kota Malang Totok Kasianto yang juga sudah meninggalkan lokasi pemeriksaan.

End of content

No more pages to load