Mahfud MD saat berbicara dalam Dialog Kebangsaan di GKB 4 UMM. (Foto: Imarotul Izzah/MalangTIMES)

Mahfud MD saat berbicara dalam Dialog Kebangsaan di GKB 4 UMM. (Foto: Imarotul Izzah/MalangTIMES)



MALANGTIMES - Tahun 2017, calon presiden nomor urut 02 Prabowo sempat melontarkan pernyataan kontroversi. 

Ia memprediksi Indonesia akan bubar di tahun 2030. 

Diketahui kemudian bahwa pernyataan tersebut bersumber dari sebuah novel berjudul ‘Ghost Fleet’ karya PW Singer dan August Cole.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD dalam gelaran Dialog Kebangsaan yang digelar di Aula Gedung Kuliah Bersama IV lantai 9 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Selasa (9/4/2019) menyatakan hal itu tidak berdasar, namun bisa saja terjadi.

"Ada yang mengatakan Indonesia itu akan bubar 2030. Nggak ada dasarnya, itu fiksi. Tapi itu bisa jadi. Banyak negara yang hancur karena ketidakberesan," ujar Ketua Gerakan Suluh Kebangsaan tersebut saat memberikan materi.

Nah, apabila ketidakberesan-ketidakberesan ini dibiarkan terjadi, maka Indonesia akan bubar tanpa menunggu tahun 2030. 

Ketidakberesan tersebut contohnya ketidakadilan, diskriminasi, pelanggaran hukum, jual beli hukum, dan lain-lain.

"Kalau kita membiarkan terus-menerus terjadinya ketidakadilan, diskriminasi, pelanggaran hukum, jual beli hukum, dan sebagainya, tidak usah menunggu 2030 Indonesia juga akan bubar," tandasnya.

Apabila Indonesia sampai bubar, maka menurut Mahfud generasi milenial lah yang rugi. Sebab, masa depan Indonesia ialah milik generasi milenial.

"Maka marilah, dimensi-dimensi kehidupan kita bangun, politiknya harus demokratis, hukumnya harus tegak, ekonominya harus bagus," papar pakar hukum tata negara tersebut.

Ditegaskan oleh Mahfud, Indonesia hanya akan maju apabila masyarakat bersatu dan subsistem-subsistem kemasyarakatan terbangun.

Dikatakannya, suatu negara akan hancur apabila hukum tidak ditegakkan.

Salah satu contoh nyata adalah, orang kaya yang kuat secara politik yang terlibat kasus seakan-akan kebal hukum.

Sedangkan orang kecil yang sama tersandung kasusnya langsung dijatuhkan hukuman.

Nah, kalau kondisinya sudah seperti itu, negara juga akan hancur tanpa menunggu 2030. 

Mahfud kemudian mengutip kata-kata Sayyidina Ali yang menunjukkan pentingnya keadilan untuk sebuah negara.

"Akan kuat suatu negara yang diperintah dengan adil meskipun pimpinannya mungkin kafir. Dan akan musnah segera, hancur sebuah negara kalau dipimpin dengan tidak adil, meskipun pemimpin dan masyarakatnya mengaku muslim," pungkasnya.

End of content

No more pages to load