Ketua Gerakan Suluh Kebangsaan Mahfud MD. (Foto: Imarotul Izzah/MalangTIMES)

Ketua Gerakan Suluh Kebangsaan Mahfud MD. (Foto: Imarotul Izzah/MalangTIMES)



MALANGTIMES - Pemerintah mencanangkan Indonesia Emas akan tercapai tahun 2045. 

Indonesia Emas sendiri ialah Indonesia yang maju, adil, dan beradab.

Hal ini dinyatakan Prof. Dr. M. Mahfud MD., S.H., S.U. selaku Ketua Gerakan Suluh Kebangsaan dalam gelaran Dialog Kebangsaan yang digelar di Aula Gedung Kuliah Bersama IV lantai 9 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Selasa (9/4).

Lantas, apakah Indonesia bisa ke arah tersebut?

"Apakah kita bisa sampai ke sana? Hati-hati, banyak negara-negara besar yang tidak sampai ke sana," tegas Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi tersebut.

Dijelaskan Mahfud lebih lanjut, contoh negara besar yang gagal menuju era emas adalah Uni Soviet. 

Uni Soviet tidak sampai 100 tahun bubar meski pernah berjaya luar biasa. Padahal, ia pernah menaklukkan dunia karena kehebatannya.

"Uni Soviet bubar hanya 87 tahun," imbuhnya.

Selanjutnya dicontohkan Mahfud yakni Yugoslavia, negara besar yang bubar tidak sampai 100 tahun.

Dipaparkan oleh Mahfud, tanda-tanda negara menjadi negara emas ada 3 indikator. Pertama dan yang utama adalah kebersatuannya.

"Ideologinya kokoh sehingga kita tidak terpecah secara ideologi maupun secara teritori," terangnya.

Indikator yang kedua adalah ekonominya yang baik. 

Sementara indikator ketiga adalah hukum dan keadilan yang nyata.

"Politik demokratis, budayanya budaya adiluhung, gotong royong dan persaudaraan," jelasnya dalam gelaran dialog yang dimoderatori putri bungsu Gus Dur, Inayah Wahid tersebut.

Apabila 3 indikator tersebut terpelihara hingga tahun 2045, barulah Indonesia bisa mencapai Indonesia Emas.

Meski begitu, terdapat satu ancaman nyata yang menghadang Indonesia menuju Indonesia Emas.

Ancaman tersebut ialah intoleransi yang menurut Mahfud mulai mengganggu.

"Sekali kita terpecah karena intoleran, kali kita terpecah karena tidak sadar pentingnya pluralisme atas pluralitas sebagai realitas itu maka mungkin kita tidak akan sampai Indonesia Emas," tandasnya.

Untuk mengatasi hal ini, dari sudut pandang Mahfud, hukum harus ditegakkan.

"Mulai sekarang kita harus mulai bekerja secara sungguh-sungguh untuk menegakkan hukum dan keadilan karena biasanya negara hancur itu kalau hukum tidak ditegakkan dengan benar," paparnya.

Diterangkannya, kalau masyarakat diperlakukan tidak adil maka akan terjad disorientasi dalam bernegara. 

Nah, apabila disorientasi dibiarkan maka akan terjadi ketidakpercayaan masyarakat pemerintah. 

Lantas, kalau ketidakpercayaan tumbuh terus pada tingkatan berikutnya akan terjadi pembangkangan.

"Kalau ini terus dibiarkan tidak segera kembali ke orientasi awal akan terjadi disintegrasi. Itu yang menyebabkan negara hancur," pungkasnya.

End of content

No more pages to load