Pelaku ADY saat menusuk korban hingga akhirnya tewas (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

Pelaku ADY saat menusuk korban hingga akhirnya tewas (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)



MALANGTIMES - Dari reka adegan kasus pembunuhan Suyono (30) warga Baran, Urek-Urek, Gondanglegi, Kabupaten Malang, terungkap sebuah fakta. Setelah Suyono tergelatak tak berdaya akibat tusukan, pelaku AW (21) alias Tyas, yang juga merupakan otak pengeroyokan hingga terjadi pembunuhan, sempat berniat menolong pelaku.

Tyas saat itu melihat dari tubuh korban terlihat darah mengucur usai ditusuk oleh pelaku ADY. Tyas sempat memberitahukan kepada teman-temannya untuk mengambil motor dan menolong korban untuk dibawa ke rumah sakit.

Namun para pelaku lain yang melihat korban sudah tergeletak bersimbah darah, saat diminta untuk menolong korban oleh Tyas, entah karena ketakutan atau karena hal lainnya, akhirnya memilih untuk kabur. Termasuk ADY yang melakukan penusukan juga kabur mengajak Tyas. Sementara korban sudah tergeletak tak berdaya dalam kondisi luka tusukan pada tubuhnya.

"Setelah saya lihat ada darah, saya ngomong sama teman-teman agar ambil motor, membawa korban ke rumah sakit. Karena mungkin takut atau apa teman-teman kabur, saat itu posisi teman-teman juga sudah berada di sana (jembatan yang sebelah kanan)," kata Tyas saat menjawab pertanyaan petugas di sela reka adegan di Jembatan Gadang (9/4/2019).

Kasat Reskrim Polres Malang Kota, AKP Komang Yogi Arya Wiguna membenarkan jika memang salah satu pelaku (Tyas) sempat akan menolong korban. Namun pelaku (Tyas) tidak mengetahui jika akan terjadi penusukan.

"Jadi salah satu tersangka (Tyas) melerai dan sempat akan menolong. Dan salah satu tersangka ini menurut yang bersangkutan tidak mengetahui (adanya penusukan dengan Sajam), dan taunya hanya bahasanya diberikan pelajaran saja. Namun mungkin karena melihat ada yang menusuk, tersangka ini relfek untuk menolong," jelasnya usai rekonstruksi.

Dan setelah mengetahui korban tergeletak, para pelaku yang mungkin saja ketakutan, akhirnya memilih untuk kabur dan meninggalkan korban yang sudah dalam kondisi bersimbah darah akibat tusukan.

Sementara itu, saat ini para pelaku yang tertangkap sebanyak tujuh orang. Sedangkan satu pelaku lainnya, yakni berinisial KO, masih dalam pengejaran petugas.

AW (21) warga Arjowinangun, Kedungkandang, IBS (17) warga Arjowinangun, Kedungkandang, ADY (24), beralamat di Jalan Mayjen Sungkono, Kota Malang, SW (20) warga Bumiayu, Kedungkandang, DR (17) warga Karangploso, Kabupaten Malang, BL (15) warga Sukun, Kota Malang, KA (15) warga Teluk Grajakan, Blimbing.

End of content

No more pages to load