Mantan ketua DPRD Kota Malang M Arief Wicaksono (Merdeka.com)

Mantan ketua DPRD Kota Malang M Arief Wicaksono (Merdeka.com)



MALANGTIMES - Proses hukum tindak pidana korupsi (tipikor) di Kota Malang kembali bergulir. Rabu (10/4/2019) besok, sejumlah saksi bakal kembali menjalani proses pemeriksaan oleh tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Di antaranya mantan anggota DPRD Kota Malang Subur Triono dan Oemy Sugiati, istri mantan Ketua DPRD Kota Malang Arief Wicaksono.

Subur mengaku mendapatkan undangan pemeriksaan tersebut sejak akhir pekan lalu. "Ini saya di Malang, salah satunya ya terkait menghadiri undangan (pemeriksaan) itu," ujar Subur melalui sambungan telepon. 

Hanya saja, dia mengaku tidak ada keterangan terkait materi yang akan digali dalam pemeriksaan tersebut. Namun, dia membenarkan bahwa ada nama tersangka baru dalam surat tersebut. Yakni mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang Cipto Wiyono.

Meski demikian, Subur mengaku tidak mengetahui saksi-saksi lain yang dipanggil ke kantor Polres Malang Kota untuk diperiksa. Informasi yang diterima MalangTIMES, saksi lain yang dipanggil adalah Oemy Sugiati, istri mantan Ketua DPRD Kota Malang Arief Wicaksono. Perempuan yang sehari-hari merupakan ibu rumah tangga itu sebelumnya juga telah menjadi saksi dan hadir dalam persidangan tanggal 5 September 2018 silam. Dia bersaksi di dalam sidang yang memeriksa 18 mantan anggota DPRD Kota Malang berstatus terdakwa perkara suap.

Dalam sidang itu, Oemy mengaku melihat langsung pertemuan antara suaminya dengan dua anggota DPRD Kota Malang dari Fraksi PDI Perjuangan yakni Abdul Hakim dan Tri Yudiani (Yudis). Oemy juga menyatakan melihat suami dan dua koleganya itu menghitung uang tersebut. "Saya menyaksikan ada uang tapi tidak tahu uang apa. Satu kali saja menyaksikan uang dihitung itu," ujar Oemy di dalam persidangan.

Sebelumnya diberitakan bahwa Cipto Wiyono ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK sejak 2 April 2019 lalu. Informasi tersebut juga dikuatkan beredarnya foto surat perintah penyidikan (sprindik) nomor Sprin.Dik/31/DIK/02.01/23/04/2019 yang merupakan pengembangan dari Laporan Pengembangan Penyidikan (LPP) nomor LPP/02/DIK02.01/23/04/2019 tertanggal 2 April.

Dalam surat tersebut, diterangkan bahwa Cipto bersama Wali Kota Malang periode 2013-2018 Moch Anton dan Kepala DPUPPB Kota Malang tahun 2015 Jarot Edy Sulistyono memberi hadiah atau janji terkait Pembahasan APBD Perubahan Kota Malang tahun anggaran 2015 kepada Ketua DPRD Kota Malang periode 2014-2017 Moch Arief Wicaksono. Tiga nama yang disebutkan terakhir, kini tengah menjalani hukuman pidana setelah kasusnya selesai disidangkan di Pengadilan Negeri Tipikor Surabaya dengan masa hukuman yang berbeda-beda.

End of content

No more pages to load