Para pelaku pengeroyokan hingga penusukan yang menyebabkan tewasnya Suyono saat rekonstruksi di Jembatan Gadang (foto: Anggara Sudiongko/ MalangTIMES)

Para pelaku pengeroyokan hingga penusukan yang menyebabkan tewasnya Suyono saat rekonstruksi di Jembatan Gadang (foto: Anggara Sudiongko/ MalangTIMES)



MALANGTIMES - Polres Malang Kota, melakukan rekontruksi kasus pengeroyokan hingga menyebabkan kematian Suyono (30) warga Baran, Urek-Urek, Gondanglegi, Kabupaten Malang di dua lokasi. Dalam rekonstruksi tersebut, 52 adegan detik-detik kematian Suyono digambarkan para pelaku (9/4/2019).

Dengan menghadirkan tujuh tersangka, rekonstruksi dilakukan petugas secara detail dengan memperagakan adegan terkait peran masing-masing pelaku. Dimulai dari lokasi penjemputan, di Cafe Union yang berada di Jalan Padjajaran, Klojen, Kota Malang, pelaku AW alias Tyas (21) warga Arjowinangun, Kedungkandang bersama BL (15) menjemput korban di Cafe Union pada pukul 02.30 wib.

Setelah itu, dengan menggunakan sepeda motor, AW dan BL berboncengan tiga dengan korban menuju kawasan Pasar Gadang.  Dan di sana ternyata para pelaku lainnya sudah menunggu. Saat korban berada di depan warung, korban langsung pukul dan diseret oleh IBS (17) warga Arjowinangun, Kedungkandang.

Peran pelaku IBS yakni, melakukan pemukulan sebanyak lima kali dengan sekali menendang dengan kaki.

Pelaku DR melakukan pemukulan sebanyak lima kali, pelaku B berperan menjemput korban dari Cafe Union dan dibawa menuju ke TKP, pelaku K melakukan pemukulan sebanyak satu kali dan melakukan tendangan sebanyak satu kali.

Pelaku AW melakukan pemukulan dengan tangan kosong sebanyak 3 kali, pelaku SW melakukan pemukulan sebanyak 3 kali dan pelaku Ady melakukan penusukan dengan pisau sepanjang 20 cm tepat di dada dan perut korban.

Kasat Reskrim Polres Malang Kota, AKP Komang Yogi Arya Wiguna menejelaskan, jika rekonstruksi tersebut dilakukan untuk menyelaraskan keterangan dari para pelaku dengan peran masing-masing pelaku di lapangan.

Dari apa yang diperagakan para pelaku ini, memang ada kesesuaian dengan keterangan dan peran masing-masing pelaku.

"Mulai mengeroyok, memukul, hingga menusuk hingga korban meninggal memang terdapat korelasi dengan keterangan yang sudah kita periksa dengan adegan reka ulang di lapangan.

Ini nantinya akan memperkuat bukti kita dalam pemberkasan dan bisa diserahkan ke pengadilan, tanpa ada kekurangan agar bisa segera disidangkan," pungkas Kasat di sela rekontruksi.

Sementara itu, rekontruksi di dua tempat yakni di Cafe Union dan juga di kawasan Jembatan Pasar Gadang ini, memancing perhatian warga. Ratusan warga nampak penasaran dengan rekontruksi tersebut dan beberapa ada yang bertanya-tanya tentang apa yang terjadi.

End of content

No more pages to load