Petugas gabungan beserta warga saat mengevakuasi satu bangunan rumah sekaligus tempat kost yang roboh akibat longsor, Kecamatan Singosari (Foto : Camat Singosari for MalangTIMES)
Petugas gabungan beserta warga saat mengevakuasi satu bangunan rumah sekaligus tempat kost yang roboh akibat longsor, Kecamatan Singosari (Foto : Camat Singosari for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Memasuki pekan kedua, Kecamatan Singosari masih menjadi lokasi yang mengalami dampak bencana paling parah di Kabupaten Malang. Setelah 40 lebih rumah warga serta satu puskesmas dikabarkan mengalami kerusakan akibat diterjang bencana mulai dari angin kencang hingga tanah longsor.

Selasa (9/4/2019) pagi, bencana tanah longsor kembali terjadi. Kali ini giliran rumah sekaligus kost milik Siswanto, warga Kelurahan Losari Kecamatan Singosari yang rata dengan tanah. “Akibat pristiwa ini, satu rumah sekaligus tempat kos yang memiliki lima kamar roboh,” kata Camat Singosari Eko Margianto.

Bedasarkan informasi yang dihimpun MalangTIMES, insiden ini terjadi saat menjelang subuh. Tepatnya sekitar pukul 04.00 waktu setempat.

Kepada petugas, Siswanto (pemilik rumah sekaligus kost) mengaku jika sesaat sebelum kejadian. Pihaknya yang saat itu sedang tertidur pulas. Mendadak terbangun karena merasakan dinding rumahnya bergetar. Tidak lama setelah itu, tembok juga mengalami keretakan.

Mengetahui ada yang tidak wajar, kakek yang kini berusia 65 tahun itu, kemudian membangunkan seluruh penghuni rumah sekaligus para saksi yang tinggal di kost miliknya. “Ketika keluar dari rumah dan kost-kostan, tiba-tiba bangunan roboh. Beruntung saat kejadian, kami sudah berada di tempat aman,” kata Siswanto saat dimintai keterangan petugas.

Pristiwa yang sempat membuat warga heboh ini, akhirnya dilaporkan ke perangkat desa setempat, yang kemudian dilanjutkan ke pihak kepolisian.

Mendapat laporan, tim gabungan dari Polsek Singosari, Koramil Singosari, dan perangkat desa, dikerahkan ke lokasi kejadian. Dengan dibantu warga, petugas gabungan bahu-membahu mengevakuasi reruntuhan bangunan yang roboh tersebut. “Dugaan sementara, hujan deras yang terjadi selama beberapa hari ini menyebabkan tanah disekitar lokasi kejadian terkikis. Akibatnya tidak kuat menahan beban, sehingga rumah beserta kost roboh akibat longsor,” kata kata Kanit Reskrim Polsek Singosari Iptu Supriyono.

Hingga berita ini ditulis, anggota kepolisian masih melakukan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara) serta menghimpun keterangan dari berbagai saksi mata. “Meski tidak ada korban jiwa, namun kerugian ditafsir mencapai ratusan juta. Sebab selain satu bangunan roboh, lima unit sepeda motor milik penghuni kost juga tertimbun material bangunan,” ujar Supriyono sembari mengatakan jika masih melakukan pendalaman di lokasi kejadian.