Wali Kota Malang Sutiaji (tengah) saat melakukan evaluasi terhadap program kerja yang disampaikan OPD dalam pemaparan rancangan rencana kinerja perangkat daerah tahun 2020 yang berlangsung di Hotel Savana. (Pipit Anggraeni/MalangTIMES)

Wali Kota Malang Sutiaji (tengah) saat melakukan evaluasi terhadap program kerja yang disampaikan OPD dalam pemaparan rancangan rencana kinerja perangkat daerah tahun 2020 yang berlangsung di Hotel Savana. (Pipit Anggraeni/MalangTIMES)



MALANGTIMES - Agar program berjalan lancar dan sukses, organisasi perangkat daerah (OPD) di Kota Malang memaparkan rencana kerja (renja) perangkat daerah 2020. Pemaparan yang berisi sederet program untuk dikerjakan tahun depan itu pun dievaluasi langsung oleh Wali Kota Malang Sutiaji beserta tim akademisi.

Saat melakukan evaluasi terhadap pemaparan rancangan rencana kerja perangkat daerah tahun 2020 di Hotel Savana Senin (8/4/2019), Sutiaji menyampaikan agar setiap OPD terus membuat perencanaan yang matang. Sehingga, apa yang direncanakan dapat dilaksanakan dengan baik dan benar.

"Ini bentuk komitmen kepala daerah. Apa yang sudah disampaikan di lelang kinerja harus dapat dikerjakan dan bermanfaat bagi masyarakat," kata pria berkacamata itu kepada wartawan usai melakukan evaluasi terhadap sederet program yang diajukan masing-masing OPD.

Lebih jauh Sutiaji juga menekankan agar masing-masing OPD lebih efisien saat memanfaatkan anggaran, yaitu dengan menekan angka yang sekiranya mampu dikurangi.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pengembangan dan Penelitian (Barenlitbang) Kota Malang Erik Setyo Santoso menambahkan, paparan renja OPD tahun 2020 itu merupakan kelanjutan dari proses lelang kinerja yang dilakukan pada akhir 2018 lalu untuk program kerja 2020.

"Pasca ditetapkan rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) Kota Malang 2020 dan lelang kinerja, kemudian dilakukan pantauan anggaran hingga usulan program yang lebih rinci dari masing-masing OPD oleh Pak Wali (wali kota Malang; red)," terangnya.

Erik menjelaskan, melalui kegiatan ini, substansi kegiatan mulai dari pendanaan hingga jenis kegiatan lebih diperdalam lagi. Sehingga program yang telah disetujui dalam lelang kinerja dapat benar-benar terwujud dalam proses pembangunan 2020 mendatang. "Dan jika ada program yang sekiranya tidak diragukan dapat dilakukan, maka akan langsung dihapus," jelas pria penggemar olahraga itu.

Dalam tahap selanjutnya, Erik menjelaskan jika tim panelis akan melakukan rapat koordinasi untuk memetakan anggaran dari setiap program yang diusulkan. Kemudian hasilnya akan masuk sebagai bagian dari rencana kerja pembangunan daerah (RKPD).

Lebih jauh Erik menyampaikan jika tim akan terus melakukan pemantauan terhadap setiap program yang akan dikerjakan OPD. Setiap masukan yang diajukan oleh panelis, seperti saat pemaparan renja kali ini, juga menjadi salah satu bentuk pemantauan.

"Dalam setiap renja, akan ada evaluasi. Kemudian hasil evaluasi dimasukkan dalam berita acara. Ketika proses berjalan dan ternyata program yang diusulkan tidak dijalankan atau terkendala, maka akan dilakukan penandatangan berita acara baru oleh OPD yang bersangkutan," ungkapnya.

Sebagai informasi, paparan renja OPD tersebut dibagi dalam beberapa kelompok, sesuai visi misi wali kota. Di antaranya elompok pelayanan dasar, kelompok ekonomi dan kelompok sosial.

Tim ahli pun disebar di beberapa ruang berdasarkan kelompok OPD tersebut. Selain Wali Kota Malang Sutiaji, tim yang bergerak sebagai evaluator adalah Sekretaris Daerah Kota Malang Wasto, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Abdul Malik, Kepala Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan (Barenlitbang) Erik Setyo Santoso.

Kemudian Staf Ahli Pemkot Malang Bidang Pembangunan Kesra dan SDM Handi Priyanto dan tenaga ahli dari Universitas Brawijaya Andy Kurniawan SAP MAP.

End of content

No more pages to load